PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Pemberdayaan ekonomi para perempuan menjadi salah satu fokus yang terus dilakukan Permodalan Nasional Madani (PNM). PNM mendorong pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui program Klasterisasi Usaha Ecoprint.
Sejak 2024, sebanyak 20 nasabah PNM Mekaar Ajibarang 2, Kabupaten Banyumas, mendapatkan pelatihan mengolah dedaunan menjadi kain bermotif alami yang memiliki nilai ekonomi.
Melalui program tersebut, para peserta tidak hanya dibekali keterampilan membuat ecoprint, tetapi juga memperoleh bantuan peralatan produksi serta pendampingan dalam membangun pemasaran produk.
Hasilnya, kain ecoprint yang semula dibuat sebagai media pembelajaran kini mampu dipasarkan dengan harga mencapai Rp350 ribu per lembar.
Salah seorang peserta, Neneng Haryani, mengaku program tersebut membuka peluang usaha baru bagi dirinya.
Sebelum mengikuti pelatihan, ia belum memiliki keterampilan membuat produk ecoprint dan masih mengandalkan usaha dengan pendapatan yang terbatas.
Setelah mengikuti pelatihan secara rutin, Neneng mulai menguasai teknik pewarnaan alami, pembuatan motif dari dedaunan, hingga menjaga kualitas produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam membangun identitas produk dan memperluas jaringan pemasaran.
"Saya tidak menyangka belajar membuat kerajinan bisa menjadi sumber penghasilan. Dulu saya hanya melihat daun sebagai tanaman biasa, sekarang bisa diolah menjadi kain ecoprint yang memiliki nilai jual. Terima kasih kepada PNM yang tidak hanya mengajarkan cara membuat produk, tetapi juga mendampingi kami memasarkannya," ujar Neneng.
Pemimpin Cabang PNM Purwokerto, Rohmat Agus Pranoto, mengatakan program klasterisasi merupakan bagian dari upaya PNM menghadirkan pemberdayaan yang disesuaikan dengan potensi daerah. Menurutnya, pemberdayaan tidak cukup hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga harus diiringi peningkatan kapasitas usaha.
"Melalui program klasterisasi, kami mendampingi nasabah mulai dari proses belajar, produksi hingga pemasaran agar mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing. Harapannya, semakin banyak perempuan prasejahtera yang mampu membangun usaha berkelanjutan, meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus menjadi inspirasi di lingkungannya," kata Rohmat.
Program Klasterisasi Usaha Ecoprint menjadi salah satu implementasi tiga pilar pemberdayaan PNM, yakni Modal Finansial, Modal Intelektual, dan Modal Sosial. Melalui pendekatan tersebut, PNM berharap semakin banyak perempuan Indonesia mampu mengembangkan usaha secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
