PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Toga biasanya menjadi simbol kebahagiaan. Pakaian itu dikenakan ketika seorang mahasiswa menuntaskan perjalanan panjang di bangku kuliah dan bersiap membuka lembaran baru dalam kehidupannya.
Namun, toga yang disiapkan untuk Kevin Duta Justisia, S.Pd., justru menjadi bagian dari kisah duka.
Kevin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), telah menyelesaikan seluruh perjalanan akademiknya.
Gelar Sarjana Pendidikan berhasil diraih setelah melewati tahun-tahun perkuliahan, menyelesaikan tugas, mengikuti proses akademik, serta menjalani berbagai pengalaman bersama dosen dan teman-teman seperjuangan.
Wisuda seharusnya menjadi puncak dari perjalanan tersebut.
Ada keluarga yang menunggu, teman-teman yang bersiap berkumpul, serta toga yang menjadi simbol keberhasilan setelah perjuangan panjang. Tetapi Kevin tidak sempat merasakan suasana itu.
Ia berpulang sebelum hari wisuda tiba.
Di saat keluarga dan sivitas akademika UMP seharusnya bersiap merayakan kelulusannya, mereka justru harus melepas Kevin untuk terakhir kalinya. Sebuah foto Kevin mengenakan toga menjadi salah satu pengingat bahwa perjalanan akademiknya telah sampai di garis akhir, meski ia tidak sempat hadir dalam prosesi wisuda.
“Selamat Jalan Sang Wisudawan. Alm. Kevin Duta Justisia, S.Pd. Kenanganmu Akan Selalu Bersama Kami,” demikian pesan penghormatan yang disampaikan UMP.
Gelar Sarjana yang Menjadi Jejak Perjuangan
Menyandang gelar sarjana bukanlah perjalanan yang singkat. Di balik toga terdapat tahun-tahun yang dipenuhi aktivitas perkuliahan, tugas, ujian, diskusi, hingga berbagai proses yang harus dilalui untuk menyelesaikan pendidikan.
Kevin berhasil melewati seluruh tahapan itu.
Gelar S.Pd. yang kini berada di belakang namanya menjadi bukti bahwa perjuangan akademiknya telah selesai. Hanya saja, ia tidak sempat berdiri bersama wisudawan lain untuk menerima pengakuan atas pencapaian tersebut dalam suasana yang semestinya penuh kebahagiaan.
Kepergiannya meninggalkan kesedihan bagi keluarga. Duka yang sama juga dirasakan orang-orang yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Kevin selama menempuh pendidikan di UMP.
Bagi teman-teman seangkatannya, momentum wisuda yang semestinya menjadi perayaan bersama kini memiliki makna berbeda. Di tengah kegembiraan atas kelulusan, ada satu nama yang akan dikenang karena telah lebih dahulu berpulang.
Kevin memang tidak akan hadir secara fisik di antara para wisudawan. Namun, namanya tetap tercatat sebagai bagian dari perjalanan akademik UMP. Gelar sarjana yang telah diraihnya menjadi jejak dari perjuangan yang berhasil ia tuntaskan.
Duka Keluarga Besar UMP
Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso menyampaikan duka cita atas berpulangnya Kevin. Ia menyebut kepergian Kevin tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi keluarga besar universitas.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Atas nama keluarga besar Universitas Muhammadiyah Purwokerto, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Kevin Duta Justisia. Kevin telah menyelesaikan perjuangan akademiknya dan menjadi bagian dari keluarga besar UMP. Kami mendoakan semoga seluruh amal kebaikannya diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Prof. Dr. Jebul Suroso.
Menurut Jebul, kampus bukan sekadar tempat mahasiswa menuntut ilmu dan mengejar gelar. Selama bertahun-tahun, mahasiswa membangun hubungan dengan dosen, tenaga kependidikan, serta teman-teman seperjuangan.
“Setiap mahasiswa memiliki cerita dan meninggalkan jejak di kampus ini. Ada persahabatan, perjuangan, cita-cita, dan kenangan yang dibangun bersama. Karena itu, ketika salah satu keluarga kita berpulang, dukanya juga menjadi duka keluarga besar UMP,” katanya.
Kepergian Kevin membuat toga yang semula menjadi simbol perayaan kelulusan memiliki makna lain. Ia menjadi pengingat tentang sebuah perjalanan yang telah selesai, sekaligus tentang seseorang yang pernah hadir, belajar, berjuang, dan meninggalkan kenangan di lingkungan kampus.
Bagi keluarga, gelar Sarjana Pendidikan yang telah diraih Kevin tentu menjadi bagian dari kebanggaan. Sementara bagi keluarga besar UMP, nama Kevin akan tetap menjadi bagian dari cerita perjalanan kampus.
Wisuda mungkin akan berlangsung tanpa kehadirannya. Namun, toga dan gelar yang telah diperjuangkannya menjadi penanda bahwa Kevin telah menuntaskan satu bagian penting dalam hidupnya.
Ia pergi sebelum sempat merayakan kelulusan, tetapi jejak perjuangannya telah lebih dahulu tertinggal.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
