Kekeringan Kepung 20 Kecamatan di Cilacap, 70.557 Jiwa Terdampak Krisis Air Bersih

Elde Joyosemito
Sebanyak 70.557 jiwa atau 31.239 kepala keluarga (KK) terdampak kekurangan air bersih yang tersebar di 95 desa pada 20 kecamatan. (Foto: PMI Cilacap)

CILACAP, iNewsPurwokerto.id – Dampak kekeringan di Kabupaten Cilacap, terus meluas. Hingga Senin (12/10/2026), sebanyak 70.557 jiwa atau 31.239 kepala keluarga (KK) terdampak kekurangan air bersih yang tersebar di 95 desa pada 20 kecamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cilacap mencatat total bantuan air bersih yang telah disalurkan mencapai 8.474.000 liter atau setara 1.678 tangki. Bantuan tersebut berasal dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Cilacap serta dukungan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR) dan para donatur.

Kepala Pelaksana BPBD Cilacap Taryo mengatakan penyaluran air bersih terus dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.

“Distribusi air bersih terus kami lakukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan. Kami berupaya agar bantuan bisa menjangkau warga yang membutuhkan,” kata Taryo dalam pernyataan tertulis pada Selasa (13/10/2026).

Berdasarkan data BPBD, bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap mencapai 1.925.000 liter atau 388 tangki. Sementara itu, dukungan CSR dan para donatur tercatat sebanyak 6.549.000 liter atau 1.290 tangki.

Khusus pada Senin (12/10/2026), BPBD menyalurkan 25 tangki air bersih ke 14 desa yang tersebar di sembilan kecamatan. Penyaluran dilakukan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah terbatasnya ketersediaan air.

Taryo menyampaikan, penanganan kekeringan membutuhkan dukungan berbagai pihak agar bantuan air bersih dapat terus disalurkan kepada masyarakat terdampak.

“Dukungan dari mitra CSR, lembaga, instansi, komunitas, dan masyarakat sangat membantu upaya penanganan kekeringan. Kami mengapresiasi kepedulian semua pihak yang telah bergotong royong menyalurkan bantuan air bersih,” ujarnya.

Menurut dia, sinergi antara pemerintah daerah dan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam meringankan beban warga yang mengalami kesulitan air bersih.

BPBD Cilacap terus melakukan penyaluran bantuan berdasarkan kebutuhan di wilayah terdampak. Masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih diharapkan dapat berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait agar kebutuhan tersebut dapat ditindaklanjuti.

Di tengah kondisi kekeringan, BPBD juga mengajak berbagai pihak untuk mempertahankan semangat gotong royong dalam membantu warga yang membutuhkan pasokan air bersih.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network