LONDON, iNewsPurwokerto.id – Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mencatatkan sejarah dengan menjalani debut di Liga Champions Eropa saat Lille menghadapi Arsenal pada matchday kedua fase liga Liga Champions 2026-2027.
Namun, momen bersejarah tersebut harus diwarnai kekalahan telak Lille dengan skor 0-3 di Stadion Emirates, London, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB.
Verdonk masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-78 untuk menggantikan Romain Perraud. Bek berusia 29 tahun itu baru mendapat kesempatan tampil setelah Arsenal mencetak tiga gol ke gawang Lille.
Pelatih Lille, Davide Ancelotti, juga memasukkan Olivier Giroud pada waktu bersamaan untuk menggantikan Ayase Ueda. Pergantian tersebut dilakukan ketika Lille membutuhkan gol untuk memperkecil ketertinggalan.
Meski hanya bermain sekitar 12 menit, Verdonk mampu mencatatkan enam umpan akurat dan memenangi tiga duel. Laman statistik sepak bola FotMob memberikan nilai 6,2 kepada pemain bernomor punggung 24 tersebut.
Kehadiran Verdonk turut membantu Lille menjaga gawang mereka agar tidak kembali kebobolan hingga pertandingan berakhir. Namun, Lille gagal mencetak gol balasan sehingga harus mengakui keunggulan Arsenal dengan skor 0-3.
Hasil ini membuat Lille belum mengoleksi poin setelah menjalani dua pertandingan di Liga Champions musim ini. Sebaliknya, Arsenal melanjutkan tren positif dengan memperpanjang rekor kemenangan beruntun mereka di fase liga kompetisi elite Eropa tersebut menjadi 14 pertandingan.
Lille Tahan Arsenal pada Babak Pertama
Lille sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit pada babak pertama. Organisasi pertahanan yang disiplin membuat Arsenal kesulitan mengonversi sejumlah peluang menjadi gol.
Arsenal lebih dahulu mengancam melalui Bruno Guimaraes dalam 20 menit pertama. Gelandang tersebut menyambut umpan tarik Jurrien Timber, tetapi tembakannya dari jarak dekat masih melebar dari sasaran.
Lille sempat mengejutkan tuan rumah ketika Ayase Ueda berhasil menjebol gawang David Raya. Namun, gol tersebut tidak disahkan karena Hakon Haraldsson lebih dahulu berada dalam posisi offside dalam proses serangan.
Arsenal terus berusaha mencari celah di pertahanan tim tamu. Mikel Merino mendapat kesempatan untuk membuka keunggulan, tetapi tembakannya justru melambung di atas mistar gawang.
Menjelang turun minum, Berke Ozer menunjukkan penampilan gemilang di bawah mistar Lille. Dia berhasil menggagalkan tembakan Guimaraes sehingga kedua tim memasuki ruang ganti dengan skor imbang 0-0.
Kebuntuan baru terpecahkan setelah pertandingan memasuki babak kedua. Arsenal meningkatkan tekanan hingga akhirnya mencetak tiga gol dalam rentang tujuh menit.
Gol pertama tuan rumah tercipta pada menit ke-64. Jurrien Timber menerima umpan Noni Madueke, kemudian bergerak ke depan dan melepaskan tendangan cungkil yang melewati jangkauan Ozer.
Arsenal hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk menggandakan keunggulan. Eberechi Eze menuntaskan umpan silang Bukayo Saka dengan tembakan yang tidak mampu dihentikan kiper Lille.
Saka sendiri baru berada di lapangan selama dua menit sebelum memberikan assist tersebut setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Pada menit ke-71, Arsenal kembali membobol gawang Lille. Kali ini, Kai Havertz mengirimkan umpan silang yang diselesaikan Saka dengan tenang untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Tiga gol cepat tersebut membuat Lille semakin kesulitan mengejar ketertinggalan. Arsenal masih berusaha menambah gol melalui Guimaraes, tetapi upayanya kembali digagalkan Ozer.
Verdonk kemudian mendapatkan kesempatan tampil pada menit ke-78. Bek Timnas Indonesia itu masuk ketika pertandingan praktis berada dalam kendali Arsenal.
Verdonk Dapat Nilai 6,2
Debut Verdonk di Liga Champions menjadi catatan tersendiri bagi sepak bola Indonesia. Dia menjadi pemain berstatus warga negara Indonesia (WNI) pertama yang tampil dalam pertandingan Liga Champions Eropa.
Dalam waktu bermain yang terbatas, Verdonk membukukan enam umpan akurat dan memenangi tiga duel. FotMob memberinya nilai 6,2, sama dengan nilai yang diperoleh Olivier Giroud yang juga masuk pada menit ke-78.
Walaupun Lille tidak kembali kebobolan setelah Verdonk masuk, tim asal Prancis tersebut tidak mampu memperkecil skor hingga pertandingan selesai.
Kemenangan ini semakin memperlihatkan konsistensi Arsenal di Liga Champions. Dalam 32 pertandingan terakhir pada fase grup maupun fase liga, tim asuhan Mikel Arteta tersebut mencatatkan 26 kemenangan, empat hasil imbang, dan hanya dua kekalahan.
Sementara itu, Lille harus menerima catatan buruk berupa sembilan kekalahan tandang berturut-turut ketika menghadapi klub-klub Inggris di kompetisi Eropa.
Setelah pertandingan tersebut, Lille dijadwalkan menghadapi Brest dalam lanjutan Liga Prancis. Verdonk dan rekan-rekannya kemudian akan kembali berlaga di Liga Champions dengan menjamu Galatasaray pada 21 Oktober 2026.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
