Dulu 1 Jam Kini Cuma 10 Menit, Jalan Baru TMMD Batang Bikin Akses ke Kawasan Industri 

Elde Joyosemito
Pembangunan jembatan mempercepat akses masyarakat menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang (KITB). (Foto: Korem 071 Wijayakusuma)

BATANG, iNewsPurwokerto.id – Pembangunan jalan penghubung sepanjang 987 meter di Desa Sembung, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, diharapkan mempercepat akses masyarakat menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang (KITB). 

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130, waktu perjalanan yang sebelumnya mencapai satu jam ditargetkan dapat dipangkas menjadi sekitar 10 menit.

Jalan baru tersebut disiapkan sebagai jalur alternatif bagi warga, terutama pekerja yang beraktivitas di kawasan industri serta petani yang mengangkut hasil panen. Pembangunan ini menjadi salah satu sasaran utama TMMD untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat pedesaan.

Program TMMD Reguler ke-130 secara resmi dibuka Bupati Batang M Faiz Kurniawan di Lapangan Desa Sembung, Selasa (13/10/2026). Kegiatan tersebut melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai bentuk kerja sama dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan.

Faiz mengatakan, pembangunan jalan penghubung itu diharapkan memberikan kemudahan bagi warga Desa Sembung yang bekerja di KITB. Selain menghemat waktu perjalanan, akses baru tersebut juga akan memperlancar mobilitas masyarakat dari dan menuju desa.

“Ini upaya untuk menjadikan akses baru bagi warga Sembung yang bekerja di KITB, sehingga akan lebih efisien waktu tempuhnya. Tentu perbaikan infrastruktur ini juga berdampak pada kemudahan mobilitas warga, baik menuju Sembung maupun sebaliknya,” kata Faiz.

Jalan yang dibangun menggunakan konstruksi rabat beton dengan panjang 987 meter, lebar tiga meter, dan ketebalan 12 sentimeter. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi pilihan perjalanan yang lebih efisien dibandingkan jalur yang selama ini digunakan warga.

Kepala Desa Sembung Muhammad Untung mengatakan, akses jalan baru itu sangat dibutuhkan masyarakat. Selain memudahkan pekerja menuju kawasan industri, keberadaannya juga akan membantu petani membawa hasil panen dengan lebih cepat.

Menurut dia, perjalanan melalui jalur sebelah barat selama ini dapat memakan waktu hingga satu jam. Setelah jalan penghubung selesai dibangun, warga diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mencapai Desa Ketanggan maupun kawasan KITB.

“Kalau lewat sebelah barat biasanya sampai satu jam, tapi dengan melewati jalan penghubung Desa Sembung bisa jadi jalur alternatif karena cukup 10 menit sampai ke Desa Ketanggan atau KITB. Selain itu, buat petani pun jadi lebih cepat dan mudah waktu mengangkut hasil panen, karena nanti jalannya sudah mulus,” ujar Untung.

Perbaikan Rumah hingga Penanaman 5.000 Pohon

Selain pembangunan jalan, TMMD Reguler ke-130 di Desa Sembung juga mencakup sejumlah program fisik tambahan. Kegiatan tersebut meliputi rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sarana TNI Manunggal Air di lima titik, serta perbaikan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di lima lokasi.

Program penghijauan juga menjadi bagian dari kegiatan tersebut melalui penanaman 5.000 batang pohon keras. Langkah ini ditujukan untuk mendukung konservasi lingkungan dan meningkatkan kemampuan kawasan dalam menyerap air hujan.

Dengan demikian, pelaksanaan TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup perbaikan kualitas hunian, penyediaan sarana dasar, dan pemeliharaan lingkungan di sekitar permukiman warga.

Komandan Korem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono mengapresiasi keterlibatan TNI, pemerintah daerah, unsur legislatif, dan masyarakat dalam pelaksanaan program tersebut.

Menurut Sidik, TMMD merupakan wujud gotong royong untuk mempercepat pembangunan dengan menjadikan kebutuhan masyarakat desa sebagai salah satu prioritas.

“Khusus di Batang melaksanakan TMMD Reguler, sedangkan lainnya TMMD Sengkuyung. Semuanya memiliki visi dan misi yang sama, yaitu bergotong royong dalam upaya membangun negeri dari lingkup desa,” kata Sidik.

Hadirkan Pelayanan Publik bagi Warga

Pelaksanaan TMMD Reguler ke-130 juga dilengkapi berbagai kegiatan nonfisik untuk meningkatkan pengetahuan dan mempermudah masyarakat mengakses pelayanan publik.

Kegiatan tersebut antara lain penyuluhan wawasan kebangsaan, pelayanan keluarga berencana (KB), layanan SIM keliling, serta sejumlah pelayanan publik lainnya.

Melalui rangkaian kegiatan itu, TMMD di Desa Sembung diharapkan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pembangunan jalan penghubung menjadi salah satu upaya memperbaiki konektivitas wilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses pekerja menuju kawasan industri.

Jika akses baru tersebut berfungsi sesuai harapan, masyarakat tidak hanya memperoleh penghematan waktu perjalanan, tetapi juga berpeluang meningkatkan efisiensi kegiatan ekonomi sehari-hari. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network