Doni Monardo Diangkat Jadi Komisaris Utama Inalum Karena Berpengalaman Pulihkan Lingkungan

Tim iNews.id
.
Jum'at, 11 Juni 2021 | 20:43 WIB
Letjen Doni Monardo melakukan penanaman pohon dipesisir pantai selatan Cilacap. (Foto : Aryo Rizqi).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, mengangkat Letnan Jenderal TNI (Purn) Doni Monardo sebagai Komisaris Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum. Pengangkatan Doni Monardo ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Inalum karena berpengalaman dalam gerakan pemulihan lingkungan.

“Peran Pak Doni sangat penting. Terlebih, pengalaman, kemampuan, jaringan, dan prestasi beliau tidak diragukan lagi. Sepak terjangnya dari Aceh hingga Papua, dari pemulihan daerah aliran sungai Citarum, penghijauan di Sulawesi Selatan hingga terakhir dalam memitigasi pandemi Covid-19," ujar Erick dalam keterangan pers, dikutip dari iNews.id Jumat (11/6/2021). 

Doni Monardo terakhir menjabat sebagai Kepala BNPB atau Ketua Satgas Penanganan Covid-19. Sejak Maret 2021 lalu dianugerahi gelar doktor honoris causa oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) atas dedikasi dan jasanya dalam penyelamatan lingkungan. 

Erick mengungkapkan, sosok Doni mengedepankan dialog dan kolaborasi lintas stakeholder untuk mengatasi masalah dan mencapai kemajuan. Kepedulian dan kiprahnya di bidang pemulihan lingkungan hidup menjadikannya figur yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara upaya pemberdayaan dan menjaga keberlanjutan lingkungan yang dilakukan Inalum serta anak-anak perusahaannya. 

Selain itu, Doni juga salah satu sosok mantan pejabat tinggi negara yang diangkat sebagai Komisaris Utama BUMN dalam beberapa pekan belakangan ini, setelah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang pernah menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, yang diangkat sebagai Komisaris Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Pemegang saham mencatat, keberagaman sosok pemimpin dari berbagai latar belakang keahlian dan pengalaman dibutuhkan BUMN untuk bisa bertransformasi menjadi perusahaan profesional berkelas dunia.

“Semua komisaris, direksi dan jajaran manajemen di BUMN, terlepas apapun latar belakangnya, akan menjalani sesi orientasi saat baru bergabung, pelatihan lanjutan selama menjabat, dan juga pelatihan tingkat advance bagi para top talents di BUMN Learning and Management Institute (BLMI)," kata Erick. 

Tujuannya, lanjut Erick, agar ada pemahaman dan irama yang sama antara manajemen serta terbentuknya pemimpin berkelas dunia yang mampu meningkatkan kinerja dan daya kompetisi BUMN yang mereka pimpin. 

Inalum merupakan Holding BUMN Industri Pertambangan dengan anggota PT Freeport Indonesia, PT ANTAM Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Timah Tbk. Dan saham minoritas di PT Vale Indonesia Tbk. 

Erick menjelaskan, Inalum mengelola aset vital negara di bidang pertambangan yang memiliki rencana besar di bidang kinerja dan aksi korporasi dengan mementingkan keharmonisan dengan lintas stakeholder, serta pemberdayaan dan perlindungan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

 

Editor : Aryo Arbi
Bagikan Artikel Ini