Pembatas Jalan di Simpang Moro Purwokerto Akan Dibuka, Uji Coba Dimulai 15 April 2025

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Banyaknya keluhan masyarakat terkait pembatas jalan (Road Barrier atau Water Barrier) di simpang pertigaan barat Moro akhirnya mendapat respons dari Satlantas Polresta Banyumas. Keluhan tersebut mencuat di berbagai forum, termasuk grup WhatsApp warga, yang menyoroti dampak pembatas terhadap kelancaran lalu lintas.
Menanggapi hal ini, Kapolresta Banyumas melalui Satlantas Polresta Banyumas menggelar Rapat Koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Banyumas, yang dipimpin oleh Kasatlantas Polresta Banyumas, Kompol Harman Sitorus. Rapat ini dihadiri oleh berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan, DPRD Kabupaten Banyumas, dan Dinas Pekerjaan Umum.
Data Satlantas Polresta Banyumas menunjukkan bahwa sebelum pemasangan pembatas pada 2018–2019, terjadi lima kecelakaan ringan dengan total kerugian mencapai Rp2 juta. Namun, sejak pembatas jalan tersebut dipasang pada 2020, angka kecelakaan di lokasi tersebut nihil hingga 2025.
Meski demikian, beberapa peserta rapat menilai pembatas jalan kini tidak lagi relevan. Saladin, warga Kelurahan Bobosan, mengungkapkan bahwa kondisi lalu lintas di lokasi tersebut sudah tidak seramai dulu, terutama setelah Moro tutup. Ia menilai, pemasangan pembatas lebih disebabkan oleh tingginya aktivitas di kawasan tersebut pada masa lalu.
"Selain Moro sudah tutup, kondisi jalan tersebut juga tidak ramai, dan warga kesulitan saat hendak ke arah utara jika dari arah selatan. Meski pembatas jalan dihilangkan, namun sebaiknya disertai evaluasi," kata Saladin, Jumat (28/2/2025).
Sementara menurut Arif Akhmadi, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas menceritakan kronologis adanya pembatas jalan atau water barier tersebut. Ia mengungkapkan jika pembatas jalan ini dipasang karena kebutuhan kondisi jalan yang ramai.
“Karena jarak pintu masuk ke parkir motor dan parkir mobil Moro sangat dekat dengan jalan, sehingga diperlukanlah pemasangan pembatas jalan itu,” jelasnya.
Pendapat serupa disampaikan oleh Nurrul Ida, Kasi Pemerintahan dan Perizinan Kelurahan Purwokerto Kulon. Ia menyatakan bahwa banyak warga, termasuk karang taruna, telah lama mengajukan permintaan agar pembatas jalan dibuka.
"Beberapa masyarakat termasuk karang taruna kelurahan kami sudah lama mengadukan agar pembatas jalan dibuka karena tidak efektif," jelasnya saat menanggapi rapat tersebut.
Anggota DPRD Kabupaten Banyumas, Budi Patriot, juga menyoroti ketidaknyamanan yang dialami pengguna jalan. Ia menilai pembatas mempersulit warga yang ingin menuju arah utara, karena mereka harus memutar jauh, yang berdampak pada pemborosan bahan bakar.
"Hampir setiap hari saya melewati jalan itu, dan pada saat masyarakat yang mempunyai kebutuhan untuk bisa melalui jalan tersebut ke arah utara, mereka harus memutar di barat persimpangan. Ini sangat menyulitkan warga. Bahkan ada yang harus memutar lebih jauh dan ini memboroskan BBM," jelas Budi.
Sementara itu, Ruswanto dari Dinas Pekerjaan Umum menekankan bahwa ada plus dan minus jika pembatas dibuka. Menurutnya, perlu dipertimbangkan keselamatan versus kenyamanan sebelum mengambil keputusan akhir. "Kita mau mengutamakan yang mana, keselamatan atau kenyamanan. Kalau dibuka harus ada evaluasi setelahnya,” jelasnya.
Muhammad Eka, Kasi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Banyumas, menjelaskan bahwa pembatas awalnya dipasang pada 2020 karena tingginya kepadatan lalu lintas dan kondisi Jalan Jenderal Soedirman yang saat itu belum satu arah. Namun, kini volume kendaraan di lokasi tersebut menurun hingga 50%, sehingga pembatas jalan dianggap tidak lagi diperlukan.
"Jadi pembatas tersebut kalau dicabut akan tidak masalah. Namun alternatif harus dipasang Apill (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas), meski memerlukan dana," jelasnya.
Setelah mempertimbangkan berbagai masukan, hasil rapat menyepakati pembukaan pembatas jalan di simpang barat Moro. Menurut Kasatlantas Polresta Banyumas, Kompol Harman Sitorus, uji coba akan dilakukan mulai 15 April hingga 15 Mei 2025, dengan evaluasi setelahnya.
"Kami bersama dinas terkait akan uji coba hal ini, tentunya dengan evaluasi pasca dibukanya pembatas jalan ini. Ini adalah amanah masyarakat, di sini kami hanya mengemban tugas dan amanah," pungkas Harman Sitorus.
Editor : Arbi Anugrah