Sekolah Rakyat Kebumen Buka Kuota 60 Siswa Baru, Seleksi Berdasarkan DTSEN
KEBUMEN, iNewsPurwokerto.id – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 44 Kebumen membuka kesempatan bagi 60 calon peserta didik baru jenjang SD dan SMP untuk tahun ajaran 2026/2027. Seleksi penerimaan siswa dilakukan melalui proses penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) guna memastikan program pendidikan gratis ini tepat sasaran bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.
Kepala SRT 44 Kebumen, Tri Puji Astuti, mengatakan sekolah rintisan di bawah naungan Kementerian Sosial RI itu merupakan bagian dari program prioritas Presiden yang bertujuan memberikan akses pendidikan berkualitas kepada seluruh anak Indonesia tanpa memandang kondisi ekonomi.
"Melalui sekolah berasrama ini, seluruh kebutuhan siswa, mulai dari seragam, makanan, tempat tinggal di asrama, hingga fasilitas penunjang seperti laptop dan alat tulis diberikan secara gratis. Program ini diharapkan dapat membangun kepercayaan diri, martabat, dan masa depan anak-anak," kata Tri Puji Astuti.
Menurut dia, meski masih berstatus sekolah rintisan, para siswa SRT 44 Kebumen telah menorehkan sejumlah prestasi.
Di antaranya meraih juara III dan IV Palang Merah Remaja (PMR) Madya tingkat Kabupaten Kebumen, menerbitkan antologi cerpen dan novel remaja, serta meraih Juara II Lomba Karya Tulis Populer Sekolah Rakyat Indonesia yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Saat ini, para siswa juga tengah mempersiapkan diri mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Festival Literasi Sekolah Rakyat.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani memberikan apresiasi atas dedikasi para guru dan perkembangan karakter peserta didik di sekolah tersebut. Ia juga memotivasi para calon siswa agar tidak menjadikan keterbatasan ekonomi sebagai penghalang untuk meraih cita-cita.
"Tidak ada anak yang terlahir bodoh. Yang membedakan seseorang bukan dari mana ia berasal, tetapi seberapa besar kemauan untuk belajar, bekerja keras, dan tidak mudah menyerah. Jangan pernah merasa minder, karena kondisi ekonomi tidak boleh menghalangi anak-anak meraih mimpi," ujar Lilis.
Bupati juga mengajak para orang tua untuk terus memberikan dukungan dan doa kepada anak-anak mereka. Ia berharap dari SRT 44 Kebumen akan lahir generasi yang sukses dan mampu menjadi profesional, perwira, pengusaha, hingga pemimpin daerah di masa mendatang.
Sementara itu, Humas SRT 44 Kebumen, Murdianto, menjelaskan bahwa mekanisme penerimaan siswa di Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah reguler yang menggunakan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).
"Penentuan calon siswa dilakukan melalui proses penjangkauan berdasarkan DTSEN. Penetapan siswa dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 Juni 2026 untuk memastikan data benar-benar akurat dan tidak ada titipan," katanya.
Ia menambahkan, tahun ini SRT 44 Kebumen meluluskan 20 siswa jenjang SD dan satu siswa SMP. Adapun kuota yang dibuka untuk tahun ajaran baru sebanyak 30 siswa SD dan 30 siswa SMP.
Karena pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Kebumen masih berlangsung, para siswa baru yang lolos seleksi nantinya akan ditempatkan sementara di Sekolah Rakyat Banyumas yang telah memiliki fasilitas gedung permanen berstandar nasional.
Pada kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada siswa-siswi berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik dan nonakademik mereka.
Editor: EldeJoyosemito