Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Piala Dunia: Drama 10 Gol! Inggris Gilas Prancis 6-4 dan Amankan Peringkat Ketiga 
Advertisement . Scroll to see content

Momen Tuna Netra Ikut Menikmati Suasana Seru Piala Dunia di Alun-alun Purwokerto

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:20 WIB
  • author Elde Joyosemito
Momen Tuna Netra Ikut Menikmati Suasana Seru Piala Dunia di Alun-alun Purwokerto
Para penyandang tuna netra ikut menikmati keseruan nobar Piala Dunia di Purwokerto. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Suasana Car Free Day di Alun-Alun Purwokerto sedikit berbeda dari biasanya. Ribuan orang berolahraga, berjalan santai, dan berkumpul di depan videotron raksasa yang menayangkan pertandingan Piala Dunia 2026 antara Kolombia melawan Portugal, Minggu (28/6/2026).

Di antara kerumunan itu, ada sekelompok orang yang tidak menyaksikan pertandingan lewat layar. Mereka tidak melihat aksi para pemain, tak menyaksikan gol atau penyelamatan gemilang. Namun, semangat mereka tak kalah dengan penonton lainnya.

Mereka adalah para penyandang tuna netra dari Banyumas yang ikut dalam kegiatan nonton bareng (nobar) dan dengar bareng (debar) yang digelar RRI Purwokerto, TVRI, Pemerintah Kabupaten Banyumas, dan Komisi VII DPR.

Sejak pukul 05.30 WIB, mereka sudah berada di kawasan alun-alun. Sebagian duduk di kursi yang disediakan panitia, sebagian lainnya berdiri sambil menggenggam radio dan telepon genggam. Mereka menikmati pertandingan dengan cara berbeda: mendengarkan.

Suara komentator RRI menjadi mata bagi mereka.

Setiap umpan, pergerakan pemain, hingga peluang mencetak gol digambarkan secara detail oleh reporter sepak bola RRI. Dari narasi itulah, pertandingan tercipta di dalam imajinasi mereka.

"Saya bisa membayangkan bagaimana pertandingan berlangsung. Dari suara komentator, kami tahu siapa yang menyerang, bagaimana situasinya, dan bagaimana suasana di lapangan," kata Ardinal Purbowo, anggota Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Banyumas.

Bagi Ardinal, pengalaman itu terasa istimewa. Ia tidak hanya menikmati pertandingan sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga merasakan atmosfer kebersamaan bersama ribuan masyarakat lainnya.

"Seru sekali. Walaupun kami tidak bisa melihat, kami tetap bisa merasakan euforia Piala Dunia bersama masyarakat umum," ujarnya sambil tersenyum.

Bagi penyandang disabilitas netra, layanan siaran seperti ini bukan sekadar hiburan. Kehadiran siaran olahraga yang ramah bagi mereka merupakan bentuk layanan publik yang memberikan ruang yang sama untuk menikmati peristiwa besar dunia.

Ardinal berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sehingga semakin banyak penyandang disabilitas dapat ikut merasakan semarak Piala Dunia.

Di tengah antusiasme masyarakat, Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, mengapresiasi langkah RRI yang menghadirkan siaran Piala Dunia di ruang publik secara inklusif.

Menurutnya, kehadiran RRI dan TVRI sebagai pemegang lisensi siaran Piala Dunia membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati pesta sepak bola terbesar di dunia.

"Hari ini luar biasa. Masyarakat yang sedang menikmati CFD bisa sekaligus berolahraga dan menyaksikan pertandingan bersama. Ini menjadi energi positif bagi semua," katanya.

Ia juga melihat kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.

Menurutnya, menyaksikan pertandingan kelas dunia dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berlatih dan mengembangkan bakatnya.

"Siapa tahu dari sini akan lahir pemain-pemain hebat yang suatu saat membela Tim Nasional Indonesia," ujarnya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Siti berharap kegiatan nobar dan debar dapat kembali digelar pada fase-fase berikutnya, terutama saat babak semifinal dan final Piala Dunia 2026.

Sementara itu, Direktur Program dan Produksi LPP RRI, Mistam, mengatakan program dengar bareng menjadi salah satu upaya RRI mendekatkan siaran kepada masyarakat sekaligus menghadirkan layanan yang inklusif.

Menurutnya, siaran debar memberikan kesempatan kepada masyarakat yang tidak dapat melihat tayangan televisi untuk tetap mengikuti jalannya pertandingan.

"Kami ingin semua masyarakat, termasuk saudara-saudara kita penyandang tuna netra, dapat menikmati pesta sepak bola dunia ini," katanya.

Ia berharap pertandingan-pertandingan Piala Dunia mampu menginspirasi generasi muda untuk terus belajar dan berprestasi, termasuk di bidang olahraga.

Selain menjadi ruang berbagi kegembiraan, kegiatan nobar dan debar juga menghadirkan manfaat ekonomi. Puluhan pelaku UMKM memadati kawasan alun-alun dan menjajakan berbagai makanan serta minuman kepada para pengunjung.

Bagi Mistam, ketika masyarakat berkumpul dan berinteraksi, roda ekonomi pun ikut bergerak.

"Pada akhirnya, kegiatan seperti ini diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Pengamat sepak bola Johanes Supriyatno pun memberikan apresiasi atas inisiatif RRI Purwokerto menghadirkan hiburan sepak bola di ruang publik.

Menurutnya, kegiatan semacam ini telah lama dinantikan masyarakat dan menjadi salah satu cara mempererat kebersamaan.

Ia juga melihat perkembangan sepak bola di Banyumas saat ini menunjukkan tren yang menggembirakan, ditandai dengan semakin banyaknya Sekolah Sepak Bola (SSB) dan kompetisi usia dini yang rutin digelar.

"Teman-teman penggiat sepak bola di Banyumas sudah berada di jalur yang benar. Semoga semangat ini terus tumbuh," katanya.

Di Alun-Alun Purwokerto pagi itu, Piala Dunia bukan hanya milik mereka yang bisa melihat. Di tengah riuh sorak penonton dan suara komentator yang mengudara, para penyandang tuna netra ikut merasakan ketegangan, kegembiraan, dan semangat sepak bola.

Karena bagi mereka, sepak bola tidak selalu harus disaksikan dengan mata. Kadang, cukup didengarkan dengan hati dan dibayangkan lewat kata-kata.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut