Hutan Jati di Ayah Kebumen Terbakar, Petugas Berjibaku hingga Malam
KEBUMEN, iNewsPurwokerto.id – Kebakaran terjadi di kawasan hutan jati Perhutani yang berada di Petak 42 B RPH Tebo, Dukuh Mandayana, Desa Candirenggo, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Selasa (15/9/2026) petang. Sedikitnya 1,4 hektare kawasan hutan terdampak kobaran api.
Peristiwa tersebut diketahui warga sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah menerima informasi, petugas Polsek Ayah bersama Perhutani, TNI, BPBD, pemerintah desa, dan masyarakat mendatangi lokasi untuk mengendalikan api.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan, petugas menghadapi sejumlah kendala saat melakukan pemadaman. Lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan yang tidak dapat dijangkau kendaraan roda empat.
Petugas kemudian harus berjalan kaki menuju titik api dengan membawa peralatan pemadaman. Kondisi semakin sulit karena tidak tersedia sumber air di sekitar lokasi.
"Petugas akhirnya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 22.10 WIB," ujar AKBP Putu, Rabu (16/9/2026).
Setelah kobaran api berhasil dipadamkan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Penyisiran dilakukan di sejumlah titik untuk memastikan tidak terdapat bara api yang masih menyala.
Tumpukan daun dan ranting pohon jati yang mengering menjadi perhatian petugas karena material tersebut mudah terbakar apabila masih terdapat bara.
Kawasan hutan yang terbakar berjarak sekitar 300 meter dari permukiman penduduk. Karena itu, petugas mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api yang dapat merambat melalui lereng perbukitan hingga mendekati rumah warga.
Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran. Menurut AKBP Putu, kondisi kemarau membuat kawasan hutan banyak dipenuhi material yang mudah terbakar. Angin juga dapat membuat kobaran api lebih cepat menjalar.
"Namun, faktor tersebut masih sebatas kemungkinan dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kebakaran," katanya.
Dampak kebakaran diperkirakan mencakup kerusakan tanaman jati dan ekosistem hutan pada area sekitar 1,4 hektare.
Untuk mengantisipasi kebakaran kembali terjadi, kepolisian bersama Perhutani dan instansi terkait akan memperkuat patroli di kawasan hutan. Warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap ataupun titik api.
Penanganan kebakaran di lokasi tersebut menjadi tantangan karena medan perbukitan sulit dijangkau, tidak tersedia sumber air, serta banyak terdapat material kering. Kondisi itu membuat api berpotensi cepat meluas apabila tidak segera ditangani.
Editor: EldeJoyosemito