Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Diduga akibat Kelalaian Bakar Sampah, Lahan 1,3 Hektare di Karanganyar Kebumen Terbakar
Advertisement . Scroll to see content

Hari Batik Nasional, 1.000 Pelajar Kebumen Unjuk Kreativitas Lewat Canting

Jum'at, 02 Oktober 2026 | 15:50 WIB
  • author Elde Joyosemito
Hari Batik Nasional, 1.000 Pelajar Kebumen Unjuk Kreativitas Lewat Canting
Sebanyak 1.000 canting digunakan siswa SMA Negeri 1 Klirong dalam kegiatan Batik Kolosal Kontemporer. (Foto: Istimewa)

KEBUMEN, iNewsPurwokerto.id - Peringatan Hari Batik Nasional 2026 di Kabupaten Kebumen diwarnai kegiatan membatik bersama yang melibatkan para pelajar. Sebanyak 1.000 canting digunakan siswa SMA Negeri 1 Klirong dalam kegiatan Batik Kolosal Kontemporer yang digelar di GOR sekolah tersebut.

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari peringatan Hari Batik Nasional. Para siswa juga mendapat kesempatan mengenal proses membatik secara langsung sekaligus menuangkan ide dan kreativitas mereka melalui karya.

Batik Kolosal Kontemporer menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Indonesia. Dari tangan para siswa, batik tidak hanya dipandang sebagai peninggalan budaya, tetapi juga sebagai keterampilan yang dapat terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi muda. Menurutnya, keberadaan batik akan terus terjaga apabila anak-anak muda diberikan kesempatan untuk mengenal, mempraktikkan, dan mengembangkan budaya tersebut.

“Budaya tidak cukup hanya kita kenalkan sebagai warisan dari generasi sebelumnya. Anak-anak muda juga harus diberi ruang untuk berkreasi dan mengembangkan budaya sesuai dengan perkembangan zaman,” kata Lilis.

Menurut dia, keterlibatan pelajar dalam kegiatan membatik juga memberikan pengalaman yang dapat menjadi bekal di luar bidang akademik.

“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang budaya, tetapi juga belajar keterampilan, kreativitas, dan bagaimana melihat potensi yang bisa dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya.

Semangat pelestarian budaya juga terlihat di SMA Negeri 1 Kebumen. Peringatan Hari Batik Nasional di sekolah tersebut dirangkai dengan peluncuran Bulan Bahasa.

Rangkaian kegiatan memadukan batik, bahasa, dan ekspresi kreatif siswa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran budaya yang dikemas lebih dekat dengan dunia pelajar.

Keterlibatan siswa dalam kegiatan membatik dinilai memiliki manfaat yang lebih luas. Selain meningkatkan pemahaman terhadap budaya daerah, keterampilan tersebut dapat membuka ruang bagi pengembangan kreativitas hingga peluang kewirausahaan di sektor ekonomi kreatif.

“Kami ingin anak-anak mengenal potensi daerahnya sejak di bangku sekolah. Harapannya, apa yang mereka pelajari tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi bisa menjadi keterampilan dan inspirasi untuk masa depan,” kata Lilis.

Peringatan Hari Batik Nasional di lingkungan sekolah pada akhirnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia yang memadukan kemampuan akademik dengan kreativitas, keterampilan, serta pemahaman terhadap potensi budaya daerah.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut