Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Emak-emak Desa yang Berdaya Lewat Klasterisasi Usaha Ecoprint
Advertisement . Scroll to see content

Dari Mangrove hingga Furnitur Daur Ulang, Warga Kutawaru Kian Berdaya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:31 WIB
  • author Elde Joyosemito
Dari Mangrove hingga Furnitur Daur Ulang, Warga Kutawaru Kian Berdaya
Program Segara Kutawaru (Sustainable Economic Agro-maritime Village of Kutawaru) terus dilanjutkan. (Foto: iNewsPurwokerto)

CILACAP, iNewsPurwokerto.id - PT Pertamina Patra Niaga melalui Integrated Terminal Cilacap terus memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir di Kelurahan Kutawaru, Kabupaten Cilacap. Melalui Program Segara Kutawaru (Sustainable Economic Agro-maritime Village of Kutawaru), perusahaan mendorong pengembangan usaha berbasis potensi lokal sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dimulai pada 2022 itu mencakup sejumlah sektor, mulai dari pelestarian mangrove, perikanan, pertanian, hingga pengelolaan sampah. Masyarakat dilibatkan secara langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan agar usaha yang dikembangkan dapat berjalan secara produktif dan berkelanjutan.

Hingga 2026, Program Segara Kutawaru telah menjangkau 255 penerima manfaat langsung melalui lima kelompok binaan. Sementara itu, penerima manfaat tidak langsung tercatat sekitar 10.605 orang.

Sejumlah capaian telah dihasilkan dari program tersebut. Kelompok Pelestari Mangrove Sida Asih, misalnya, telah menanam 18.500 bibit mangrove untuk mendukung pelestarian ekosistem pesisir.

Di sektor wisata, Kelompok Nelayan Sembir mengembangkan wisata pemancingan yang mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan hingga 64,3 persen. Pengembangan tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperluas sumber pendapatan masyarakat setempat.

Dukungan juga diberikan kepada sektor pertanian melalui Kelompok Tani Margo Rukun. Bantuan yang diberikan meliputi pelatihan pertanian berkelanjutan, pembangunan tiga unit sumur irigasi, serta penyediaan dua unit mesin perontok padi.

Sementara itu, Bank Sampah Kutawaru (BaPaKu) telah mengelola sekitar 3,68 ton sampah anorganik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1,87 ton segel plastik diolah melalui inovasi Furnicle menjadi produk furnitur, seperti meja dan kursi.

Pemanfaatan teknologi energi terbarukan turut menjadi bagian dari program. Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) mendukung efisiensi energi hingga 787 kWh per bulan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Jawa Bagian Tengah (JBT) Pertamina Patra Niaga Taufiq Kurniawan mengatakan, Segara Kutawaru dirancang tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengelola usaha secara mandiri.

“Melalui Segara Kutawaru, Pertamina Patra Niaga ingin mendorong masyarakat agar semakin mandiri secara ekonomi sekaligus menjaga lingkungan. Hingga saat ini, total bantuan yang telah disalurkan Pertamina Patra Niaga untuk Program Segara Kutawaru mencapai Rp787.000.000,” ujar Taufiq.

Dia berharap penguatan keterampilan, kelembagaan kelompok, serta kolaborasi dengan berbagai pihak dapat menjaga keberlanjutan program sehingga manfaatnya terus dirasakan masyarakat.

Dampak pemberdayaan tersebut juga dirasakan Sutiyono, penggerak lokal (local hero) Segara Kutawaru. Menurut dia, pendampingan yang diberikan telah membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mengembangkan usaha sesuai potensi wilayah.

“Kami berterima kasih atas dukungan dan pendampingan Pertamina Patra Niaga. Bantuan yang diberikan telah membantu meningkatkan pendapatan masyarakat dan membuka peluang usaha baru,” kata Sutiyono.

Dia mencontohkan perkembangan wisata pemancingan TCIPARU yang dikelola kelompok masyarakat. Pendapatan usaha tersebut meningkat dari sekitar Rp700.000 menjadi Rp4.150.000 per bulan.

Sutiyono berharap kelompok-kelompok binaan yang telah terbentuk dapat semakin mandiri sehingga manfaat program tidak berhenti pada penerima saat ini, tetapi juga bisa dinikmati generasi berikutnya.

Memasuki 2027, Segara Kutawaru diarahkan pada tahap penguatan menuju kemandirian. Pertamina Patra Niaga akan terus mendorong pengembangan usaha masyarakat dan memperluas akses pasar agar kegiatan ekonomi yang telah dirintis dapat berkembang.

Program ini juga sejalan dengan penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta tujuan ke-14 tentang ekosistem lautan.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut