Nasib di Ujung Tanduk, Carrick Jadikan Duel Kontra Roma sebagai Momentum Kebangkitan
MANCHESTER, iNewsPurwokerto.id – Michael Carrick bertekad membawa Manchester United (MU) bangkit saat menjamu AS Roma dalam lanjutan Liga Champions 2026-2027.
Meski posisinya sebagai pelatih tengah berada di bawah tekanan, Carrick mengaku antusias menyambut pertandingan yang bisa menjadi momentum kebangkitan Setan Merah.
MU akan menjamu Roma di Stadion Old Trafford, Rabu (4/11/2026) pukul 03.00 WIB. Tuan rumah menghadapi laga tersebut dengan kondisi kurang menguntungkan setelah gagal meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir di seluruh kompetisi.
Catatan buruk itu menjadi yang terparah bagi MU sejak musim 1988-1989. Situasi semakin sulit karena klub berjuluk Setan Merah tersebut kini terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara Liga Inggris 2026-2027.
Masalah juga terjadi di Liga Champions. Kekalahan dari Atletico Madrid dan Como membuat MU berada di posisi ke-21 klasemen sementara setelah menjalani tiga pertandingan. Padahal, hanya 24 tim teratas yang berhak melanjutkan perjalanan ke fase berikutnya.
Kondisi tersebut membuat duel melawan Roma memiliki arti penting bagi MU. Hasil pertandingan juga berpotensi menentukan kelanjutan karier Carrick di kursi pelatih. Dia dikabarkan terancam kehilangan jabatan jika gagal memperbaiki performa tim hingga jeda internasional mendatang.
Namun, Carrick mengaku tidak kehilangan semangat menghadapi pertandingan tersebut. Dia justru menantikan kesempatan memimpin MU dalam laga penting di hadapan pendukung sendiri.
"Kalian mungkin berpikir saya gila dengan hasil yang kami dapatkan dan situasi yang sedang terjadi. Namun, saya benar-benar tidak sabar menghadapi pertandingan ini. Saya sangat menantikannya," ujar Carrick.
Dia memilih tidak terlalu memikirkan spekulasi mengenai masa depannya. Menurut Carrick, fokus utamanya saat ini adalah mempersiapkan tim agar mampu tampil maksimal dan menjadikan pertandingan melawan Roma sebagai malam yang istimewa bagi MU.
Carrick Bantah Ruang Ganti MU Bermasalah
Menjelang pertandingan, Carrick memantau langsung persiapan tim dalam sesi latihan terbuka di Carrington. Sejumlah pemain terlihat mengikuti latihan dengan antusias, termasuk bek asal Argentina, Lisandro Martinez.
Sebelumnya, Martinez menjadi sorotan setelah menerima kartu merah ketika MU menghadapi Chelsea. Insiden tersebut memunculkan kritik dan desakan agar sang pemain tidak diturunkan saat melawan Roma.
Carrick tidak ingin memperbesar persoalan tersebut. Dia menilai kesalahan dan pengambilan keputusan yang tidak tepat merupakan bagian dari dinamika pertandingan sepak bola.
"Hal seperti itu terjadi dalam sepak bola. Terkadang kalian melakukan sesuatu, mengambil keputusan, membuat kesalahan. Terkadang keputusan itu berjalan baik," katanya.
Carrick juga membantah kabar yang menyebut kondisi ruang ganti MU sedang tidak harmonis. Dia memastikan para pemain tetap memiliki komitmen terhadap klub, pelatih, dan rekan setim.
"Persepsi adalah sesuatu yang menarik. Persepsi bisa membuat sesuatu terlihat dalam berbagai cara. Ruang ganti kami berada dalam kondisi baik," ujarnya.
Meski demikian, Carrick mengakui MU masih harus melakukan banyak pembenahan. Tim perlu meningkatkan kualitas permainan sekaligus lebih cermat dalam mengambil keputusan di lapangan.
MU Dibayangi Sejarah Kelam
Tekanan yang dihadapi MU saat ini mengingatkan pada sejumlah periode sulit dalam sejarah klub. Mereka terakhir kali mengalami degradasi pada musim 1973-1974.
Sementara itu, posisi terendah MU setelah melewati setidaknya sembilan pertandingan sejak periode tersebut adalah peringkat ke-17 pada musim 1989-1990.
MU juga pernah mengalami masa sulit pada musim 2024-2025. Saat masih ditangani Ruben Amorim, mereka sempat menempati posisi ke-16 setelah menjalani 37 pertandingan.
Kini, Carrick menghadapi tantangan serupa untuk mengangkat performa tim. Pertandingan melawan Roma menjadi kesempatan penting bagi MU untuk menghentikan tren negatif sekaligus menjaga peluang melangkah lebih jauh di Liga Champions.
Sebaliknya, jika kembali gagal meraih hasil positif, tekanan terhadap Carrick dipastikan semakin besar. Masa depannya di Old Trafford pun kian berada dalam ancaman.
Editor: EldeJoyosemito