Penetapan Geopark Kebumen dan Meratus menambah daftar geopark Indonesia yang diakui dunia menjadi 12 kawasan. Sebelumnya, sudah ada Geopark Batur, Belitung, Ciletuh, Gunung Sewu, Rinjani, hingga Kaldera Toba yang lebih dulu mendapat status serupa.
Selain Indonesia, pengakuan geopark juga diberikan kepada 14 kawasan lain dari 11 negara, termasuk Tiongkok, Korea, Ekuador, Norwegia, Italia, dan Inggris.
General Manager Badan Pengelola Geopark Kebumen, Sigit Tri Prabowo, mengungkapkan bahwa Geopark Kebumen dikenal dengan julukan The Mother of Earth karena kekayaan geologis, biologis, dan budaya yang dimilikinya.
"Geopark ini mencakup 22 dari 26 kecamatan di Kebumen, dengan banyak situs geologi, biologi, dan budaya yang menarik," tuturnya.
Beberapa situs unggulan di antaranya Lava Bantal dan Rijang Merah di Desa Seboro yang menampilkan formasi batuan vulkanik mencolok, serta Watu Kelir yang menunjukkan pertemuan dua jenis batuan berbeda.
Selain itu, Geopark Kebumen juga memiliki keanekaragaman hayati tinggi, dengan berbagai spesies flora dan fauna yang tersebar di berbagai habitat. Sigit menambahkan, kawasan ini tidak hanya berperan dalam konservasi lingkungan, tetapi juga mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi lokal.
"Geopark Kebumen adalah contoh nyata bagaimana pembangunan bisa sejalan dengan pelestarian. Manfaatnya pun dirasakan langsung oleh masyarakat setempat," pungkasnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait