Meski sempat kocar-kacir, massa kembali mendekat ke lokasi. Dalam kekacauan itu, sekelompok orang berusaha membakar gedung eks DPRD Banyumas. Sejumlah fasilitas turut menjadi sasaran, mulai dari pot bunga, kaca gedung Pemkab, hingga sepeda motor milik kepolisian yang dirusak.
Kepala Satpol PP Banyumas, Sugeng Amin, menegaskan kerusakan bukan ulah mahasiswa. Ia bahkan mengapresiasi peran mahasiswa yang dinilai mampu membantu menjaga agar aksi tidak sepenuhnya berujung anarkis.
“Terima kasih kepada mahasiswa yang sudah sangat baik, justru malah mengendalikan aksi demo ini. Ruangan pressroom hancur, ruang humas berantakan. Untungnya ada teralis besi sehingga tidak sampai menjarah komputer dan sebagainya,” jelas Sugeng.
Ia menyebut, sejumlah fasilitas Satpol PP juga mengalami kerusakan, mulai dari amplifier, helm anggota, hingga pagar teralis besi pembatas kantor BKAD yang dilaporkan ikut dijarah.
“Kami yakin itu bukan mahasiswa. Justru mahasiswa berusaha mengendalikan agar jangan sampai chaos,” tegasnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Banyumas, Nungky Hari Rachman, juga meyakini aksi ricuh tersebut ditunggangi pihak lain.
“Dari pengamatan di lapangan, kami yakin itu bukan aksi murni mahasiswa. Aksi itu ditumpangi pihak lain, tidak terkomando, sporadis, dan terpencar. Mudah-mudahan segera bisa kita selesaikan karena ini menyangkut aset bersama,” ujarnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait