GAZA, iNews.id - Setelah bertempur selama 11 hari sejak 10 Mei 2021 lalu, hingga menimbulkan banyak korban jiwa dan rusaknya sejumlah fasilitas di jalur Gaza. Israel dan Hamas sepakat melakukan gencatan senjata pada Jumat (21/5/2021).
Sebuah pernyataan menyebutkan pesawat tempur, artileri, dan kapal perang Israel telah melancarkan lebih dari 1.615 serangan ke rumah warga, bangunan publik, kantor pemerintahan, dan infrastruktur lainnya, seperti jalan, jaringan listrik dan air, serta pembuangan limbah sejak 10 Mei 2021 lalu.
Akibatnya, kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang ditimbulkan diperkirakan mencapai 244 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 3,5 triliun.
Berdasarkan laporan, Israel sejauh ini telah mengebom lebih dari 8.247 rumah, dan 57 sekolah, fasilitas kesehatan, dan klinik perawatan primer. Bangunan yang diserang mengalami kerusakan sebagian hingga parah.
"Serangan Israel telah menyebabkan kerugian secara langsung sebesar 27 juta dolar AS pada infrastuktur ekonomi dan komersial, termasuk pemboman wilayah industri dan sejumlah pabrik," tulis pernyataan itu, dikutip dari Middle East Monitor melalui iNews.id, Jumat (21/5/2021).
Sementara serangan terhadap jalan-jalan dan infrastruktur, termasuk jaringan air dan limbah diperkirakan telah menyebabkan kerugian sebesar 22 juta dolar AS. Sedangkan kerugian di sektor energi mencapai 12 juta dolar AS karena pemboman pada jaringan listrik hingga trafo.
Serangan Israel telah menyebabkan 232 warga Palestina gugur, termasuk 65 anak-anak dan 36 wanita. Sementara sebanyak 1.442 orang mengalami luka-luka.
Editor : Arbi Anugrah
Artikel Terkait