Pemkab Banyumas Siapkan Alokasi APBD untuk Perbaikan Jalan Rancamaya 

Elde Joyosemito
Pemkab Banyumas merespons keluhan warga terkait kerusakan jalan di Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok, yang selama bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Pemkab Banyumas merespons keluhan warga terkait kerusakan jalan di Desa Rancamaya, Kecamatan Cilongok, yang selama bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki. Kerusakan tersebut sebelumnya telah dilaporkan pemerintah desa melalui surat permohonan perbaikan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas Kresnawan Wahyu Kristoyo mengatakan pihaknya telah menerima surat pengajuan perbaikan dan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.

“Surat sudah masuk, dan kondisinya memang sudah kami lihat langsung. Kerusakannya cukup parah. Perencanaan dan Detail Engineering Design (DED) juga sudah ada,” kata Kresnawan kepada wartawan.

Menurut Kresnawan, perbaikan ruas jalan di Desa Rancamaya akan menjadi salah satu prioritas yang ditangani melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyumas.

“Dari APBD, nanti akan kami tindaklanjuti untuk beberapa ruas jalan yang kondisinya parah, termasuk di Rancamaya,” ujarnya.

Sebelumnya, perbaikan jalan di Desa Rancamaya telah diusulkan melalui paket perbaikan ruas Karangtengah–Gunung Lurah menggunakan program Inpres Jalan Daerah (IJD). Namun, program tersebut belum dapat direalisasikan karena adanya kendala teknis.

“Kami mengusulkan ruas Karangtengah–Gunung Lurah ke program IJD. Sebenarnya sudah ada realisasi, tetapi ada beberapa hal yang tidak bisa kami tindaklanjuti,” kata Kresnawan.

Ia menjelaskan, apabila program IJD dapat direalisasikan sepenuhnya, maka perbaikan ruas jalan tersebut bisa segera dilakukan.

“Kalau IJD itu terealisasi, ruas Karangtengah–Gunung Lurah bisa langsung diperbaiki dan dihaluskan,” tambahnya.

Kerusakan jalan di Desa Rancamaya sebelumnya memicu protes warga. Mereka memasang spanduk bertuliskan “Wisata Jeglongan 1.000” di pinggir jalan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki. Istilah jeglongan 1.000 merujuk pada kondisi jalan yang dipenuhi lubang dalam jumlah sangat banyak.

Pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan jalan mencapai sekitar satu kilometer, dengan titik terparah sepanjang kurang lebih 200 meter di lokasi pemasangan spanduk. Kondisi tersebut memaksa pengendara sepeda motor melaju sangat pelan demi menghindari lubang yang membahayakan.

Selain sebagai penghubung antar-desa, jalan tersebut juga merupakan jalur alternatif Legok–Purwokerto yang kerap dimanfaatkan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas saat musim mudik dan arus balik Lebaran.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network