JAKARTA, iNewsPurwokerto.id — Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengamankan empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Saat ini, keempatnya tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyatakan, para terduga pelaku telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan. “Mereka sudah diamankan di Puspom TNI dan saat ini masih dalam proses pendalaman,” ujar Yusri dalam konferensi pers di Mabes TNI, Rabu (18/3/2026).
Ia mengungkapkan, empat prajurit tersebut masing-masing berinisial NDP berpangkat Kapten, SL dan BHW berpangkat Lettu, serta ES berpangkat Serda. Hingga kini, motif di balik aksi penyiraman masih didalami penyidik.
“Kami masih menyelidiki motif dari kejadian ini,” katanya.
Sebelumnya, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman cairan berbahaya oleh orang tak dikenal. Akibat insiden tersebut, ia dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis.
Korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat (13/3) dini hari dengan luka bakar di sejumlah bagian tubuh, meliputi wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan. Selain itu, korban juga mengalami gangguan penglihatan pada mata kanan.
Tim medis segera melakukan penanganan awal setibanya korban di rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka.
Dari pemeriksaan lanjutan, korban diketahui mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada tubuh serta trauma kimia berat pada mata kanan. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan fungsi penglihatan secara signifikan serta kerusakan pada permukaan kornea.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
