Presiden Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi, Nilai Rp116 Triliun

Elde Joyosemito
Sebanyak 13 proyek strategis dalam program hilirisasi nasional tahap kedua resmi dimulai melalui seremoni groundbreaking senilai Rp116 triliun. (Foto: iNewsPurwokerto)

Menurut Prabowo, proyek hilirisasi merupakan hasil pemikiran panjang yang telah dirancang oleh para pemimpin, teknokrat, dan ilmuwan Indonesia selama bertahun-tahun. "Proyek ini tidak jatuh dari langit. Ini buah pemikiran belasan bahkan puluhan tahun. Kita tidak mau sekadar jual bahan baku, kita mau olah di dalam negeri supaya nilai tambah dinikmati rakyat Indonesia," jelasnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan dalam pemanfaatan sumber daya alam yang dinilai belum sepenuhnya memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. "Sudah terlalu lama sumber daya kita tidak dinikmati sepenuhnya oleh rakyat. Kita kasih konsesi, kita kasih kredit dari bank milik negara, tapi hasilnya tidak semua kembali ke Indonesia," tegasnya.

Karena itu, Presiden menegaskan pentingnya pengelolaan kekayaan nasional oleh bangsa sendiri. "Saya ingin sumber kekayaan bangsa Indonesia harus di tangan bangsa Indonesia dan dinikmati oleh rakyat Indonesia," katanya.

Di akhir pernyataannya, Prabowo mengajak seluruh pemangku kepentingan, khususnya BUMN dan pelaku industri, untuk bekerja maksimal demi kepentingan nasional. "Saudara-saudara adalah harapan bangsa. Kerahkan hatimu, cintamu kepada bangsa dan rakyat. Berbuatlah untuk Indonesia, ini kesempatan kita," pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa fase kedua ini merupakan kelanjutan dari program hilirisasi tahap pertama yang telah dimulai sejak Februari 2026.

“Total akan ada 30 proyek hilirisasi nasional senilai Rp 239 triliun yang dikembangkan bertahap. Fase kedua ini mencakup 13 proyek strategis di berbagai sektor,” ujarnya.

Ia menambahkan, lima proyek berada di sektor energi, termasuk pembangunan kilang gasoline di Cilacap dan Dumai dengan kapasitas sekitar 62 ribu barel per hari. Proyek tersebut ditargetkan mampu menekan impor gasoline hingga 2 juta kiloliter per tahun serta menghemat devisa sekitar 1,25 miliar dolar AS.

Editor : EldeJoyosemito

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network