BANYUMAS, iNewsPurwokerto.id – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan tambahan 600 ekor sapi perah impor untuk dikembangkan di Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden, Kabupaten Banyumas. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan produksi susu dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.
Ratusan sapi perah tersebut dijadwalkan mulai masuk ke kandang BBPTUHPT Baturraden paling lambat November 2026. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan pasokan susu segar nasional dan mendukung program ketahanan pangan pemerintah.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan penambahan sapi perah impor merupakan salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat produksi susu nasional.
Menurutnya, kebutuhan susu nasional saat ini masih didominasi produk impor. Karena itu, peningkatan populasi sapi perah menjadi langkah penting untuk memperbesar kontribusi produksi dalam negeri.
"Lebih dari 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari impor. Kondisi ini perlu diubah secara bertahap melalui peningkatan populasi dan produktivitas sapi perah dalam negeri," ujarnya.
Agung menjelaskan, BBPTUHPT Baturraden dipilih sebagai lokasi pengembangan karena memiliki sarana, tenaga ahli, dan pengalaman yang memadai dalam pengelolaan serta pembibitan sapi perah unggul.
Sementara itu, Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo, menyebut tambahan 600 ekor sapi perah akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi susu segar.
Saat ini, BBPTUHPT Baturraden memproduksi sekitar 7.800 liter susu per hari yang berasal dari 520 ekor sapi laktasi. Dengan penambahan populasi baru tersebut, produksi susu ditargetkan meningkat menjadi sekitar 18 ribu liter per hari atau setara 6,5 juta liter per tahun.
"Peningkatan produksi ini diharapkan dapat mendukung berbagai program pemenuhan gizi masyarakat, termasuk Program Makan Bergizi Gratis," kata Dani, Selasa (9/6/2026).
Ia menambahkan, penambahan sapi perah tersebut merupakan tahap awal dari program penguatan ekosistem peternakan nasional yang dijalankan Kementan. Selain meningkatkan produksi susu, program ini juga ditujukan untuk memperbanyak ketersediaan bibit sapi perah unggul bagi para peternak.
Di sisi lain, BBPTUHPT Baturraden saat ini juga tengah menjalani proses transformasi kelembagaan menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Proses tersebut disebut telah memasuki tahap akhir.
Menurut Dani, status BLU nantinya akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengelolaan operasional maupun keuangan sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan profesional.
Ia optimistis transformasi kelembagaan tersebut akan memperkuat kesiapan balai dalam mengelola pengembangan ratusan sapi perah impor yang akan datang.
Selain itu, proses pengadaan dan impor sapi perah tersebut turut mendapat pengawasan dari Kejaksaan Negeri Purwokerto sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi dan akuntabilitas program.
Dani menilai langkah penambahan populasi sapi perah tidak hanya akan menekan impor susu, tetapi juga berpotensi memperkuat ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan peternak di berbagai daerah.
Ke depan, Kementan juga berencana mengembangkan model serupa di wilayah lain. Salah satu daerah yang disiapkan sebagai pusat pengembangan sapi perah berikutnya adalah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang dinilai memiliki potensi lahan dan kondisi lingkungan yang mendukung pengembangan peternakan sapi perah skala besar.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
