Embun Beku Kembali Selimuti Dieng, Wisatawan Berburu Momen Bun Upas 

Elde Joyosemito
Fenomena embun beku atau bun upas kembali menyelimuti kawasan Dataran Tinggi Dieng yang berada di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo. (Foto: iNewsPurwokerto)

Data BMKG mencatat suhu udara minimum di Dieng pada 9 Juni 2026 mencapai 1,05 derajat Celsius pada pukul 01.01 WIB. Adapun suhu rumput atau permukaan tanah bahkan lebih rendah, yakni 0,60 derajat Celsius pada pukul 08.30 WIB.

“Kondisi tersebut memungkinkan terbentuknya lapisan kristal es tipis pada rumput, tanaman pertanian, dan permukaan lainnya yang terpapar udara dingin secara langsung,” katanya.

Selain faktor cuaca, topografi Dieng juga berperan penting dalam pembentukan bun upas. Kawasan Dieng yang berbentuk cekungan dan dikelilingi pegunungan membuat udara dingin mudah terakumulasi di dasar lembah.

Menurut Goeroeh, pada malam hari udara dingin dari lereng pegunungan bergerak turun dan terperangkap di kawasan yang lebih rendah. Kondisi ini menyebabkan suhu di Dieng menjadi jauh lebih dingin dibandingkan wilayah sekitarnya.

Fenomena bun upas sendiri merupakan kejadian yang lazim terjadi setiap musim kemarau di Dataran Tinggi Dieng. Meski menjadi daya tarik wisata, embun beku juga kerap menjadi perhatian para petani karena dapat memengaruhi tanaman yang sensitif terhadap suhu dingin ekstrem.

Dengan kondisi cuaca yang masih kering dan suhu udara yang terus menurun pada malam hari, kemunculan bun upas diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan di kawasan Dieng.

Editor : EldeJoyosemito

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network