Sistem tersebut diharapkan mampu menciptakan tata kelola yang lebih transparan sekaligus menutup celah terjadinya manipulasi data dalam proses produksi maupun distribusi.
Selain melakukan pembenahan internal, manajemen BBPTUHPT Baturraden juga mengusulkan penyesuaian harga jual susu kepada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian. Penyesuaian itu diharapkan dapat menghasilkan mekanisme harga yang lebih rasional, kompetitif, serta sesuai dengan kondisi pasar.
Dani menilai berbagai langkah perbaikan tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Produksi susu segar terus mengalami peningkatan, baik dari sisi volume maupun mutu. Produk susu Raden Milki kini diproduksi melalui sistem yang lebih tertata dengan standar higienitas dan pengendalian kualitas yang semakin ketat.
Berdasarkan data BBPTUHPT Baturraden, produksi susu pada 2024 mencapai 1,728 juta liter. Jumlah tersebut meningkat menjadi 2,269 juta liter sepanjang 2025. Sementara pada periode Januari hingga Juni 2026, produksi telah mencapai 1,235 juta liter.
Peningkatan juga terlihat pada produksi bibit sapi perah. Pada 2024, balai menghasilkan 556 ekor bibit sapi perah, kemudian meningkat menjadi 558 ekor pada 2025. Adapun hingga semester pertama 2026 telah dihasilkan 373 ekor bibit sapi perah.
Menurut Dani, capaian tersebut menjadi modal penting bagi BBPTUHPT Baturraden untuk terus memperkuat reformasi tata kelola sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga.
"Momentum ini menjadi penguat bagi kami untuk terus membangun institusi yang profesional, transparan, dan dipercaya masyarakat. Kami ingin BBPTUHPT Baturraden menjadi contoh pengelolaan peternakan yang berintegritas sekaligus berkontribusi dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat," ujarnya.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
