Kasus Karhutla di Banyumas telah Terjadi 4 Kali

Elde Joyosemito
BPBD Kabupaten Banyumas mencatat empat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau. (Foto: Ilustrasi)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas mencatat empat kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau hingga pertengahan Juli 2026.

Selain memicu kebakaran di sejumlah lokasi, musim kemarau juga menyebabkan krisis air bersih yang berdampak pada ribuan warga.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan, empat kejadian karhutla tersebut menghanguskan lahan seluas sekitar 5,3 hektare yang tersebar di beberapa wilayah. "Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla seiring berlangsungnya musim kemarau," kata Dwi, Sabtu (18/7/2026).

Berdasarkan data BPBD, kebakaran terjadi di Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara dengan luas lahan terbakar sekitar 0,3 hektare, Desa Pamijen, Kecamatan Sokaraja seluas 2 hektare, Desa Karangklesem Kidul, Kecamatan Purwojati seluas 1 hektare, serta Kelurahan Teluk, Kecamatan Purwokerto Selatan seluas 2 hektare.

Di sisi lain, musim kemarau juga mengakibatkan kekeringan di sejumlah wilayah. Hingga 16 Juli 2026, BPBD telah menyalurkan 195 ribu liter air bersih melalui 39 kali distribusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang kesulitan memperoleh air bersih.

Bantuan tersebut telah disalurkan ke 14 desa dan kelurahan di sembilan kecamatan, dengan jumlah penerima mencapai 3.959 kepala keluarga atau 12.956 jiwa. Selain warga, dua fasilitas umum juga terdampak akibat menurunnya ketersediaan sumber air.

Dwi mengatakan distribusi air bersih akan terus dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat seiring meluasnya wilayah yang terdampak kekeringan.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana dan segera melaporkan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Selain itu, warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membuang puntung rokok sembarangan karena berisiko memicu kebakaran saat cuaca kering.

Menurut Dwi, penanganan dampak kekeringan dan upaya mitigasi bencana dilakukan secara kolaboratif bersama sejumlah pihak. BPBD mengapresiasi dukungan Perumdam Tirta Satria, Palang Merah Indonesia (PMI), BPJS Kesehatan, dan Balai Wilayah Sungai Serayu Opak (BWSSO) yang turut membantu penyaluran air bersih kepada masyarakat terdampak.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network