Produksi Susu BBPTUHPT Baturraden Melonjak, Penerimaan Negara Diproyeksi Rp23 Miliar

Elde Joyosemito
BBPTUHPT Baturraden mencatat lonjakan produksi susu sapi perah sepanjang tahun 2026. (Foto: Istimewa)

BATURRADEN, iNewsPurwokerto.id – Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden mencatat lonjakan produksi susu sapi perah sepanjang tahun 2026.

Produksi harian yang sebelumnya berada di kisaran 4.000-5.000 liter kini meningkat menjadi sekitar 8.300 liter per hari. Kenaikan tersebut berdampak langsung terhadap peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang hingga pertengahan tahun telah mencapai hampir Rp16 miliar.

Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo, mengatakan capaian tersebut menjadi momentum positif bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 institusi yang dipimpinnya.

"Target PNBP kami sebenarnya Rp8 miliar. Namun sampai Juli ini realisasinya sudah hampir Rp16 miliar. Dari Kementerian Keuangan kami didorong agar mampu mencapai lebih dari Rp23 miliar pada akhir tahun, dan kami optimistis target itu bisa diraih," ujar Dani di Baturraden, Selasa (22/7/2026).

Menurutnya, peningkatan pendapatan diperoleh dari penjualan bibit sapi perah, bibit kambing perah, serta produksi susu yang terus mengalami pertumbuhan.

"Produksi susu meningkat sangat signifikan. Kalau sebelumnya hanya sekitar 4.000 hingga 5.000 liter per hari, sekarang sudah mencapai sekitar 8.300 liter setiap hari," katanya.

Selain peningkatan kinerja produksi, BBPTUHPT Baturraden juga berhasil lolos sebagai Badan Layanan Umum (BLU) dan kini tinggal menunggu terbitnya Surat Keputusan Menteri Keuangan.

Dani menilai status BLU akan memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan tata kelola lembaga.

"Dengan menjadi BLU, kami akan lebih leluasa meningkatkan pelayanan. Di sisi lain, tata kelola juga semakin transparan dan akuntabel karena akan diawasi oleh BPK, Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian, dan akuntan publik," ujarnya.

Peringatan HUT ke-73 BBPTUHPT Baturraden diawali dengan donor darah yang melibatkan pegawai dan masyarakat, kemudian dilanjutkan dengan apel siaga integritas yang diikuti sekitar 200 pegawai. Dalam apel tersebut, seluruh pegawai diingatkan untuk menjaga integritas, meningkatkan mutu layanan, serta memperkuat kerja sama dalam menjalankan tugas pembibitan ternak unggul.

Saat ini BBPTUHPT Baturraden mengelola tiga unit farm, yakni Tegalsari, Limpakuwus, dan Manggala, termasuk pengembangan kambing perah. Hingga Juli 2026, populasi ternak yang dikelola mencapai sekitar 1.985 ekor sapi perah dan 670 ekor kambing perah.

Selain menghasilkan sekitar 8.300 liter susu per hari, balai tersebut juga telah memproduksi 370 ekor bibit sapi perah dan 180 ekor bibit kambing perah sepanjang tahun berjalan.

Untuk mengejar target pendapatan Rp23 miliar, BBPTUHPT Baturraden tidak hanya meningkatkan jumlah produksi, tetapi juga mengoptimalkan produktivitas setiap sapi melalui perbaikan manajemen pemeliharaan.

"Potensi genetik sapi yang kami miliki sebenarnya mampu menghasilkan hingga 30 liter susu per ekor per hari. Saat ini produksinya sudah meningkat dari sekitar 15 liter menuju 20 liter per ekor per hari. Kami terus memperbaiki kualitas pakan, sistem pemeliharaan, dan fasilitas kandang agar ternak lebih nyaman sehingga produktivitasnya terus meningkat," kata Dani.

Ia optimistis berbagai langkah tersebut akan mendorong BBPTUHPT Baturraden mencapai target pendapatan negara sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat pembibitan sapi perah unggul di Indonesia.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network