Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, menilai drama musikal tersebut menjadi bukti kepedulian mahasiswa terhadap persoalan strategis bangsa.
Ia mengatakan kemampuan sebuah negara dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat merupakan salah satu indikator penting tingkat kesejahteraan.
Anang menambahkan, semangat swasembada pangan harus dimulai dari lingkungan terkecil, mulai dari individu, keluarga, hingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Menurutnya, pemerintah juga terus menjadikan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional.
Presiden BEM Unnes, Septiana Linasari, turut mengajak mahasiswa untuk terus mengawal agenda ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat.
"Swasembada pangan merupakan agenda penting yang harus dikawal bersama sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang berdaulat," katanya.
Ia berharap pertunjukan tersebut mampu memberikan inspirasi sekaligus meningkatkan kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan sektor pertanian dan pentingnya menjaga kedaulatan pangan Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Teater Lingkar Semarang menampilkan drama musikal berjudul "Soko Tani". Pertunjukan tersebut mengisahkan perjuangan para petani dalam memperoleh kesejahteraan melalui harga hasil panen yang layak.
Drama itu juga menampilkan pesan mengenai pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menghadirkan inovasi dan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian. Selain itu, penonton diajak untuk mensyukuri kekayaan sumber daya alam Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan pertanian sebagai fondasi utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Editor : Arbi Anugrah
Artikel Terkait
