"Sasarannya adalah pemberdayaan masyarakat pedesaan, pengembangan agrowisata, serta mencari solusi atas persoalan kebencanaan melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna," ujar Rivai.
Dia menjelaskan, pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh. Selain memperbaiki kerusakan fisik, masyarakat juga perlu mendapatkan dukungan untuk memulihkan aktivitas ekonomi dan meningkatkan kapasitas menghadapi potensi bencana berikutnya.
"Jadi, pemulihan bukan hanya mengembalikan kondisi fisik seperti sebelum bencana, tetapi juga bagaimana masyarakat bisa bangkit, mengembangkan potensi yang ada dan menjadi lebih siap menghadapi risiko bencana," katanya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Jepang juga diajak mengenal berbagai jenis tanaman dan sayuran yang dikembangkan masyarakat Desa Serang.
Pembelajaran mengenai pertanian lokal tersebut diharapkan membuka wawasan mahasiswa mengenai potensi ekonomi desa sekaligus peluang pengembangan agrowisata.
"Potensi pertanian yang dimiliki masyarakat juga menjadi bagian penting untuk dipelajari karena berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kawasan pedesaan," ujar Rivai.
Bagi Komunitas Dharma Bhakti Patanjala, keterlibatan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan pengetahuan lokal dengan pengetahuan akademik.
Editor : EldeJoyosemito
Artikel Terkait
