Ratusan Siswa SMAN 1 Sampang Cilacap Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Elde Joyosemito
Sebanyak 361 siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan dalam program MBG. (Foto: Istimewa)

CILACAP, iNewsPurwokerto.id – Sebanyak 361 siswa SMA Negeri 1 Sampang, Kabupaten Cilacap, mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan mulai dirasakan sejumlah siswa sejak Selasa (22/9/2026) malam hingga memburuk saat berada di sekolah pada Rabu (23/9/2026).

Dari total 992 siswa dan 68 staf di SMAN 1 Sampang, siswa yang mengalami keluhan terdiri atas 108 siswa kelas X, 125 siswa kelas XI, dan 128 siswa kelas XII.

Salah seorang siswa kelas X Yesilia mengatakan dirinya mulai merasakan gejala sejak Selasa malam. Saat itu dia mengalami mual, pusing dan diare. Namun, karena mengira hanya sakit perut biasa, dia tetap berangkat sekolah pada Rabu pagi.

Sesampainya di sekolah, kondisi Yesilia justru semakin memburuk hingga mengalami penglihatan berkunang-kunang.

“Saya sudah kerasa itu tadi malam, tapi tadi tak paksain berangkat sekolah. Karena kirain kayak sakit perut biasa. Tapi tadi ternyata tambah nggak enak rasanya. Kayak tadi mual, pusing, diare, terus penglihatan kunang-kunang,” kata Yesilia.

Yesilia menyebut sejumlah teman sekolahnya juga mengalami keluhan serupa. Dia memperkirakan jumlah siswa yang mengalami gejala mencapai sekitar 100 orang.

“Teman-teman juga katanya banyak yang gejala kaya gini. Kayaknya ada yang sudah mulai kerasa tadi malam, sama ada yang tadi di sekolahan. Banyak yang kayak gini, teman-teman, kayaknya seratusan deh,” ujarnya.

Yesilia kemudian dibawa ke Puskesmas Sampang untuk mendapatkan pemeriksaan. Dia mengaku belum sempat menyantap menu MBG pada Rabu karena sudah berada di puskesmas.

Dia mengatakan, menu MBG yang dikonsumsi sehari sebelumnya berupa nasi dengan lauk ayam rica-rica, sayur kangkung, tahu dan buah semangka.

“Menunya kemarin itu sayur kangkung, tahu, sama ayam yang dirica-rica sama semangka. Itu menu MBG,” katanya.

Menurut Yesilia, makanan tersebut tidak menunjukkan kondisi yang mencurigakan ketika disantap. Dia mengatakan rasa makanan masih normal meskipun cenderung hambar.

“Kemarin itu menu MBG-nya masih bagus. Cuma rasanya hambar-hambar gitu. Enak saja rasanya, nggak ada yang aneh jadi dimakan saja,” ujarnya.

Sementara itu, orang tua siswa, Maini (36), mengatakan putrinya, Dea Salsa, siswa kelas X, mengalami diare sejak Selasa malam. Kondisi tersebut berlanjut hingga Rabu pagi.

Meski sudah mengalami diare, Dea tetap berangkat ke sekolah. Namun, sakit perut yang dirasakannya semakin parah ketika berada di sekolah.

“Habis magrib, ke kamar mandi mencret, lalu mau subuh juga, tapi mencret saja, tapi tetap berangkat ke sekolah, pas perutnya tambah sakit di sekolahan,” kata Maini.

Maini mengatakan, putrinya biasanya tidak mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan di sekolah. Namun, pada Selasa, Dea tertarik menyantap makanan tersebut karena menurutnya menu yang disediakan cukup menarik.

“Biasanya enggak dimakan, tapi katanya enak jadinya dimakan,” ujarnya.

Menu MBG yang disantap Dea terdiri atas nasi, ayam rica-rica, sayur kangkung dan buah.

Atas kejadian tersebut, Maini berharap pelaksanaan program MBG dievaluasi, termasuk terkait makanan yang tidak dikonsumsi oleh siswa.

“Kecewa lah, biasanya sehat ini jadi sakit, harapannya mending MBG berhenti, wong banyak yang mubazir, banyak yang enggak dimakan, anak satu-satunya SD juga jarang dimakan, dibawa pulang, sayang, mending buat yang lain lagi, buat sekolah gratis semua, buat bayar buku, kan lebih bermanfaat,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cilacap Hasanuddin mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan petugas kesehatan untuk memberikan penanganan kepada para siswa.

Sebanyak dua tim dari bidang pelayanan kesehatan serta farmasi dan alat kesehatan dikerahkan. Petugas tersebut melibatkan lima puskesmas, yakni Puskesmas Sampang, Maos, Adipala I, Adipala II, dan Kesugihan I.

“Dinkes menerjunkan sebanyak dua tim dari Yankes dan Farmalkes, melibatkan petugas di lima puskesmas mulai Sampang, Maos, Adipala 1, 2 dan Kesugihan 1 untuk membantu proses pemeriksaan termasuk kemungkinan evakuasi dan rujukan,” kata Hasanuddin.

Menurut Hasanuddin, tingkat keluhan yang dialami para siswa berbeda-beda. Sebagian siswa cukup mendapatkan obat di sekolah, sementara lainnya harus menjalani pemeriksaan dan perawatan di fasilitas kesehatan.

“Yang diberikan obat di sekolahan ada 70 siswa, kemudian dilakukan rawat jalan di Puskesmas Sampang ada 15 orang setelah diberikan pemeriksaan, pengobatan dan pulang. Yang masih dirawat di Puskesmas Sampang ada enam siswa. Kemudian yang dirujuk ke RSUD Cilacap ada 19 orang,” ujarnya.

Hasanuddin mengatakan, penanganan medis terhadap siswa menjadi prioritas Dinas Kesehatan. Pihaknya memastikan siswa yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan sesuai kondisi masing-masing.

“Jadi yang terpenting bagi kami diberikan penanganan kesehatan bagi para siswa yang diduga mengalami keracunan,” katanya.

Selain melakukan penanganan, Dinas Kesehatan berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk melakukan pemeriksaan di lokasi serta mengambil sampel makanan yang diduga dikonsumsi para siswa.

“Langkah selanjutnya kita koordinasi dengan pihak SPPG untuk melakukan pengecekan lokasi dan pengambilan sampel. Artinya kemungkinan ini makanan yang kemungkinan kemarin, karena gejala ini sudah dirasakan tadi malam, ada yang tadi pagi hingga siang,” jelasnya.

Sampel makanan tersebut selanjutnya akan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk menjalani pemeriksaan. Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk mengetahui penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa SMAN 1 Sampang.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network