Bakti TNI AD di Banyumas dan Kebumen Dimulai, Sasar 152 Desa dengan Alokasi Puluhan Miliar

Elde Joyosemito/Arbi Anugrah
Program Bakti TNI AD untuk Rakyat di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen resmi dimulai pada Jumat (16/10/2026). (Foto: iNewsPurwokerto)

BANYUMAS, iNewsPurwokerto.id – Program Bakti TNI AD untuk Rakyat di Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Kebumen resmi dimulai pada Jumat (16/10/2026). Program yang berlangsung selama dua bulan hingga 16 Desember 2026 itu menyasar ratusan titik pembangunan infrastruktur dan pelayanan sosial dengan dukungan anggaran dari TNI AD, pemerintah daerah, serta unsur TNI lainnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi membuka kegiatan tersebut bersama Pangdam IV/Diponegoro yang diwakili Irdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Denny Marantika di Alun-alun Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas.

Program ini mencakup pembangunan jembatan, jalan rabat beton, sumur bor, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Selain itu, kegiatan menyasar perbaikan sekolah, tempat ibadah, panti asuhan, makam, hingga pembangunan talud dan jaringan pipanisasi.

Berdasarkan alokasi anggaran yang disiapkan, kegiatan di Kabupaten Banyumas mendapat dukungan dana sekitar Rp14,28 miliar. Anggaran tersebut terdiri atas Rp9,2 miliar dari program TNI AD, Rp1,5 miliar dari partisipasi TNI, Rp3,08 miliar dari pemerintah daerah, serta Rp500 juta dari Kodam.

Sementara itu, kegiatan di Kabupaten Kebumen didukung anggaran sekitar Rp16,789 miliar. Rinciannya, Rp14,4 miliar dari program TNI AD, Rp1,4 miliar dari partisipasi TNI, Rp489 juta dari pemerintah daerah, dan Rp500 juta dari Kodam.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, Bakti TNI AD untuk Rakyat merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pembangunan dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Bakti TNI untuk rakyat bukan sekadar program seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kemanunggalan TNI AD dengan rakyat melalui kepedulian, kebersamaan, dan pengabdian,” kata Ahmad saat membuka kegiatan di Alun-alun Kecamatan Banyumas, Jumat.

Menurut dia, percepatan pembangunan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, satuan perlindungan masyarakat (Satlinmas), perguruan tinggi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Sinergi tersebut diperlukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan warga. “Inilah bentuk collaborative government, together we can do that,” ujar Gubernur seusai upacara.

Ia juga meminta agar infrastruktur yang dibangun melalui program tersebut dijaga dan dirawat sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Sasar Desa

Di Kabupaten Banyumas, program Bakti TNI AD menjangkau 21 kecamatan dan 40 desa. Sasaran pembangunannya meliputi rehabilitasi 105 rumah tidak layak huni, pembangunan 10 jembatan, serta pembuatan 30 sumur bor dan 30 titik jambanisasi.

Selain itu, program mencakup perbaikan enam tempat ibadah dan empat sekolah, rehabilitasi empat panti asuhan, revitalisasi satu makam, pembangunan jalan rabat beton di dua titik, serta pembangunan talud penahan tanah di dua titik dan talud plengseng beton di lima titik.

Sementara di Kabupaten Kebumen, kegiatan menjangkau 18 kecamatan dan 112 desa. Sasaran fisiknya meliputi pembangunan 12 jembatan, pembuatan 50 sumur bor, rehabilitasi 45 rumah tidak layak huni, serta pembangunan 20 unit fasilitas MCK.

Pembangunan di Kebumen juga mencakup perbaikan empat tempat ibadah dan empat sekolah, rehabilitasi satu panti asuhan, revitalisasi satu makam, serta pembangunan jalan rabat beton di tiga titik.

Operasi Katarak hingga Pasar Murah

Selain pembangunan fisik, program Bakti TNI AD untuk Rakyat menghadirkan berbagai pelayanan sosial. Kegiatan tersebut meliputi operasi bibir sumbing, operasi katarak, sunatan massal, nikah massal, fasilitasi pembuatan akta kelahiran, pelayanan kesehatan gratis, dan donor darah.

Masyarakat juga mendapat akses bantuan sosial berupa kaki palsu, kacamata gratis, kursi roda, dan paket sembako. Program tersebut dilengkapi penanaman 5.000 bibit pohon serta kegiatan pasar murah untuk membantu memenuhi kebutuhan warga.

Ahmad Luthfi mengapresiasi penyediaan sarana penampungan air untuk membantu masyarakat menghadapi musim kemarau dan dampak El Nino. Ia juga menyoroti pentingnya rehabilitasi rumah tidak layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Menurut dia, berbagai layanan sosial, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis, operasi katarak, sunatan massal, donor darah, dan pasar murah, perlu menjangkau warga yang membutuhkan.

Jawa Tengah, lanjut Gubernur, juga memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Produksi padi di provinsi tersebut mencapai 8,5 juta ton gabah kering giling atau sekitar 15 persen dari produksi nasional.

Usai upacara pembukaan, Gubernur menyerahkan bantuan sosial berupa kursi roda, kaki palsu, dan ratusan paket sembako kepada masyarakat. Ia kemudian meninjau stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), layanan bengkel servis gratis, Cek Kesehatan Gratis (CKG), donor darah, serta penyediaan makanan gratis.

Pembukaan program juga dimeriahkan penampilan Kenthongan Banyumasan, Tari Cepetan Kebumen, drum band, dan kesenian Ebeg Banyumasan.

Melalui program yang berlangsung hingga 16 Desember 2026 tersebut, pembangunan infrastruktur dan pelayanan sosial di Banyumas serta Kebumen diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network