UMKM Banyumas Raya Unjuk Gigi di ISEF 2026, Produk Banjarnegara Raih Juara

Elde Joyosemito
Prestasi yang diraih Thulada Lumbung Rempah menjadi motivasi bagi UMKM lainnya untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produk. (Foto: Thulada)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis syariah dari wilayah Banyumas Raya menunjukkan potensi produk unggulan daerah dalam ajang Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026. Sebanyak sembilan UMKM atau Pelaku Usaha Syariah (PUS) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Purwokerto berpartisipasi dengan menampilkan produk kuliner halal dan batik daerah.

Partisipasi tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses pasar, membuka peluang kemitraan bisnis, serta meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu menjangkau konsumen yang lebih luas, termasuk pasar internasional.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto, Aswin Gantina, mengatakan keikutsertaan UMKM Banyumas Raya dalam ISEF merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan keunggulan produk daerah sekaligus membangun jejaring bisnis.

“Partisipasi UMKM dan Pelaku Usaha Syariah Banyumas Raya dalam ISEF 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka peluang kemitraan usaha, memperluas akses pasar, dan meningkatkan daya saing produk unggulan daerah,” kata Aswin.

Menurut dia, penguatan UMKM syariah perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas pelaku usaha, kualitas produk, pemenuhan standar halal, hingga fasilitasi promosi dan perluasan jaringan pemasaran.

Keikutsertaan dalam ajang berskala nasional dan internasional diharapkan dapat mendorong pelaku usaha lokal meningkatkan kualitas produknya agar semakin kompetitif.

UMKM Banjarnegara Raih Juara di Kompetisi Chef Halal

Partisipasi UMKM Banyumas Raya dalam ISEF 2026 juga menghasilkan prestasi membanggakan. Thulada Lumbung Rempah dari Kabupaten Banjarnegara, salah satu UMKM Ikatan Komunitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (IKRA) binaan KPwBI Purwokerto, berhasil meraih Juara 2 Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC) 2026 untuk kategori Produk UMKM IKRA.

Kompetisi tersebut melibatkan 10 juri yang merupakan president chef dari 10 negara. Selain menjadi ajang unjuk kemampuan dan kualitas produk, keterlibatan para juri juga membuka peluang pertemuan dengan calon pembeli atau buyer potensial.

Aswin menilai prestasi tersebut menjadi bukti bahwa produk UMKM daerah memiliki peluang untuk berkembang apabila didukung peningkatan kualitas, standardisasi, dan akses promosi yang tepat.

“Prestasi yang diraih Thulada Lumbung Rempah menjadi motivasi bagi UMKM lainnya untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produk. Pendampingan yang berkelanjutan diperlukan agar produk lokal tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang menembus pasar internasional,” ujarnya.

Dia menjelaskan, KPwBI Purwokerto terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha, peningkatan kualitas dan standardisasi produk halal, serta fasilitasi keikutsertaan UMKM dalam berbagai kegiatan promosi.

Melalui dukungan tersebut, UMKM diharapkan dapat memanfaatkan peluang pasar yang terbuka melalui ajang promosi dan kompetisi, sekaligus membangun hubungan bisnis dengan calon mitra potensial.

D’LAS Purbalingga Promosikan Wisata Ramah Muslim

Tidak hanya produk UMKM, ISEF 2026 juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi pariwisata Banyumas Raya. Desa Wisata Lembah Asri Serang atau D’LAS di Kabupaten Purbalingga turut dipromosikan sebagai salah satu destinasi wisata ramah muslim di wilayah tersebut.

Keikutsertaan D’LAS menjadi sarana untuk memperluas pengenalan destinasi wisata daerah kepada masyarakat serta pelaku industri pariwisata di tingkat nasional.

Aswin mengatakan pengembangan ekonomi syariah tidak hanya bertumpu pada produk makanan dan fesyen halal, tetapi juga mencakup sektor pariwisata, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan usaha berbasis potensi lokal.

“Pengembangan ekonomi syariah perlu dilakukan secara terintegrasi dengan mengoptimalkan potensi daerah. Selain memperkuat UMKM halal, pengembangan pariwisata ramah muslim dan wastra lokal juga dapat menjadi penggerak ekonomi serta membuka peluang usaha bagi masyarakat,” katanya.

Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah Banyumas Raya

Di tingkat daerah, KPwBI Purwokerto terus memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah melalui pengembangan UMKM halal, pemberdayaan pesantren, digitalisasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF), serta peningkatan literasi masyarakat.

Sejumlah program telah dilaksanakan, antara lain pelatihan penyelia halal, peningkatan kapasitas pengurus masjid dalam pengelolaan ZISWAF dan pemanfaatan QRIS, serta pelatihan kewirausahaan dan pelaporan keuangan pesantren melalui Sistem Informasi Pengelolaan Usaha dan Keuangan Bisnis Pesantren Indonesia (SIPUSBI).

Penguatan kemandirian pesantren juga dilakukan melalui pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) untuk budidaya cabai serta peningkatan kompetensi teknologi digital bagi santri dari lima pesantren di Banyumas Raya.

Di sisi literasi, BI Purwokerto menyelenggarakan edukasi ekonomi dan keuangan syariah bagi pelaku UMKM, takmir masjid, serta masyarakat umum. Kegiatan serupa turut dihadirkan melalui Pasar Ramadan, Karya Kreatif Serayu (KKS), dan lokakarya optimalisasi pengelolaan ZISWAF berbasis digital.

Program Piwulang x BERKAH.IN dalam SELARAS x Festival Literasi 2026 juga menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat mengenai ekonomi syariah. Sementara itu, inisiatif ZAWANOMIC x BERKAH.IN SHARE membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan gagasan inovatif terkait pemanfaatan zakat dan wakaf produktif.

SELARAS x Festival Literasi yang berlangsung pada 4–6 September 2026 turut menjadi wadah sinergi untuk memperkuat promosi produk halal, UMKM, dan industri kreatif lokal. Kegiatan tersebut menghadirkan edukasi pembiayaan syariah, promosi pariwisata ramah muslim, serta peragaan busana bertajuk “Kemilau Wastra Serayu” yang melibatkan desainer pelajar dan profesional.

Akses pasar UMKM juga diperluas melalui partisipasi pelaku usaha Banyumas Raya dalam Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026. Dalam kegiatan tersebut, BI Purwokerto memfasilitasi business matching bagi lima UMKM untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra bisnis.

Aswin menegaskan, penguatan ekonomi dan keuangan syariah membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga keuangan, pesantren, komunitas usaha, hingga pelaku industri kreatif.

“Ke depan, KPwBI Purwokerto bersama pemerintah daerah dan mitra strategis akan terus mendorong penguatan industri halal, pemberdayaan pesantren, pengembangan keuangan sosial syariah, serta UMKM dan wastra lokal. Kami berharap berbagai upaya ini dapat meningkatkan daya saing usaha sekaligus memberikan manfaat nyata bagi perekonomian Banyumas Raya,” kata Aswin.

Melalui penguatan ekosistem tersebut, UMKM dan pelaku usaha syariah di Banyumas Raya diharapkan semakin mampu mengembangkan produk bernilai tambah, memperluas jaringan pemasaran, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sementara dalam penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 pada 14–18 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, enghadirkan lebih dari 100 kegiatan dengan keterlibatan lebih dari 1.000 pelaku industri halal, mencakup Forum Bisnis Pesantren, business matching, serta forum pengembangan industri halal dan keuangan sosial syariah. 

Acara yang dibuka Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti juga ditandai peluncuran 3 (tiga) program unggulan, yakni Islamic Financial Market Code of Conduct (ICoC), pembaruan indeks penerapan prinsip utama zakat (Zakat Core Principles), serta program beasiswa internasional melalui pemanfaatan dana sosial syariah.

Hingga penutupan, ISEF 2026 mencatat penjualan produk makanan halal dan fesyen sebesar Rp13,85 miliar serta nilai business matching pembiayaan dan perdagangan syariah sebesar Rp3,16 triliun. Capaian ini mencerminkan pentingnya menghubungkan penguatan kapasitas pelaku usaha dengan transaksi dan kemitraan ekonomi yang nyata.

Editor : EldeJoyosemito

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network