get app
inews
Aa Text
Read Next : Dinkes Ungkap Hanya Satu SPPG di Banyumas yang Kantongi Sertifikat Higiene

Banjir Luapan dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah di Banyumas

Kamis, 11 September 2025 | 08:29 WIB
header img
Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas pada Rabu (10/9/2025) sore hingga Kamis (11/9/2025) dini hari memicu bencana banjir luapan dan tanah longsor. (Foto: BPBD Banyumas)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas pada Rabu (10/9/2025) sore hingga Kamis (11/9/2025) dini hari memicu bencana banjir luapan dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. 

Laporan yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mencatat, sedikitnya empat zona terdampak dengan kondisi paling banyak berupa longsor yang menutup akses jalan.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Banyumas Budi Nugroho mengatakan pihaknya menerima laporan longsor yang menimpa jalan Rawalo–Patikraja pada Kamis dini hari. 

Material tanah bercampur pohon pinus dan jati menutup jalan serta sempat menimpa sebuah mobil sedan yang melintas.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Namun akses jalan sempat terputus karena tertutup material longsor dan pohon tumbang,” jelas Budi Nugroho, Kamis (11/9/2025).

Hasil kaji cepat BPBD menyebutkan cakupan longsor di jalan Rawalo–Patikraja mencapai panjang 30 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 7 meter. Tiang lampu penerangan jalan (LPJU) terpantau miring ke arah jalan, sementara kabel listrik masih tertimpa pohon.

“Material longsor masih ada di beberapa titik, termasuk yang menutup separuh badan jalan di sekitar 200 meter dari lokasi utama. Kami terus berkoordinasi agar pembersihan segera rampung,” tutur Budi.

Menurut data BPBD, sejumlah titik terdampak bencana tersebar di beberapa zona:

1. Zona 2 (Gumelar): Longsor di Desa Paningkaban dan Kedungurang menutup akses jalan Ajibarang–Lumbir.

2. Zona 3 (Rawalo, Kebasen, Purwojati): Longsor di Desa Tambaknegara dan Desa Sidamulih, jembatan Kali Sungkalan roboh, serta tanggul Sungai Perwaton di Desa Sawangan jebol. Longsor juga terjadi di Desa Kalisalak dan Karangmangu yang menutup akses jalan.

3. Zona 4 (Cilongok, Pekuncen, Ajibarang): Longsor di Desa Gununglurah dan Cipete, banjir luapan Sungai Tajum di Desa Kracak, serta longsor di Desa Banjaranyar.

4. Zona 5 (Somagede, Patikraja): Pohon tumbang menimpa jalan di Desa Plana dan Jl. Ampel Desa Kedungwringin.

5. Zona 6 (Purwokerto Selatan): Pohon tumbang menutup akses jalan di Jl. Veteran, Kelurahan Tanjung.

Meski cukup banyak kejadian, BPBD memastikan tidak ada rumah yang terdampak maupun terancam, serta tidak ditemukan korban jiwa.

BPBD Banyumas melalui Pusdalops PB berkoordinasi dengan damkar, Dinas Pekerjaan Umum, Perhutani, Dinas Perhubungan, dan PLN untuk melakukan penanganan darurat. Peralatan seperti kendaraan operasional, chainsaw, hingga tali digunakan untuk membersihkan material.

“Pohon yang tumbang sudah berhasil kami singkirkan sehingga akses jalan kembali terbuka. Namun material tanah di beberapa titik masih menumpuk dan akan segera ditangani,” ujar Budi Nugroho.

Ia menambahkan, masih terdapat potensi longsor susulan mengingat curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang labil. BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang tinggal di wilayah perbukitan dan bantaran sungai.

Meski nilai kerusakan tercatat nihil, BPBD menekankan pentingnya langkah mitigasi bersama. “Kami berharap masyarakat tetap waspada, tidak panik, dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda longsor atau banjir luapan di sekitar tempat tinggal,” pungkas Budi.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut