get app
inews
Aa Text
Read Next : Polresta Cilacap Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Wanareja

116 Orang Meninggal, 42 Hilang Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera Utara

Sabtu, 29 November 2025 | 07:24 WIB
header img
Hingga Jumat (28/11/2025) sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 116 orang meninggal dunia dan 42 orang masih dinyatakan hilang. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsPurwokerto.id – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera Utara menelan korban jiwa dalam jumlah besar. 

Hingga Jumat (28/11/2025) sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 116 orang meninggal dunia dan 42 orang masih dinyatakan hilang.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers menyampaikan bahwa jumlah korban kemungkinan masih bertambah. 

“Pertama, untuk Provinsi Sumatera Utara per sore ini kami mendata korban meninggal dunia ada 116 jiwa. Kemudian, 42 jiwa masih dalam pencarian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Namun upaya tersebut terkendala kondisi medan yang sulit akibat longsor berat di sejumlah lokasi. “

Tentu data ini akan berkembang terus. Masih ada titik-titik yang belum bisa ditembus karena masih dalam proses penanganan. Diindikasi pada lokasi longsor yang belum bisa tembus itu kemungkinan ada korban jiwa,” kata Suharyanto.

Sebaran Korban Meninggal

BNPB merinci korban meninggal dunia berdasarkan wilayah terdampak sebagai berikut:

Tapanuli Utara: 11 orang

Tapanuli Tengah: 47 orang

Tapanuli Selatan: 32 orang

Kota Sibolga: 17 orang

Humbang Hasundutan: 6 orang

Padang Sidempuan: 1 orang

Pakpak Barat: 2 orang

Ribuan Warga Mengungsi

Selain korban jiwa, bencana ini memaksa ribuan warga mengungsi dari rumah mereka. BNPB mencatat sedikitnya:

1.000 kepala keluarga (KK) di Tapanuli Utara

1.100 KK di Tapanuli Tengah

250 KK di Tapanuli Selatan

200 KK di Kota Sibolga

150 KK di Humbang Hasundutan

1.500 KK di Mandailing Natal yang tersebar di lima titik pengungsian

BNPB memastikan upaya penanganan darurat terus dipercepat, termasuk akses distribusi logistik, pembukaan jalur terisolasi, serta percepatan evakuasi korban dan pencarian warga hilang. 

Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan kini bekerja di lapangan untuk memulihkan kondisi daerah terdampak.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut