get app
inews
Aa Text
Read Next : Mahasiswa DKV UMP Tampilkan Karya Fotografi dan Trimatra yang Sarat Makna

Unsoed Terjunkan Ribuan Mahasiswa KKN ke 70 Desa

Rabu, 07 Januari 2026 | 08:58 WIB
header img
Unsoed secara resmi memberangkatkan 1.115 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Januari–Februari 2026. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) secara resmi memberangkatkan 1.115 mahasiswa untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Januari–Februari 2026. 

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut mengusung tema “Unsoed Merakyat, Unsoed Berdampak: Penguatan Resiliensi dan Kemandirian Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045.”

Pelepasan mahasiswa KKN digelar di Auditorium Graha Widyatama Prof. Rubijanto Misman Unsoed, Selasa (6/1/2026). Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta para dosen pembimbing lapangan (DPL).

Ketua Pusat Pengembangan KKN (Pusbang KKN) Unsoed, Dr. Ridlwan Kamaluddin, S.Kep., Ns., M.Kep., menjelaskan bahwa pelaksanaan KKN berlangsung selama 35 hari, mulai 7 Januari hingga 10 Februari 2026. Program KKN tahun ini terbagi dalam tiga skema, yakni KKN Reguler, KKN Tematik, dan KKN Nusa Persada.

“KKN Reguler dilaksanakan di enam kabupaten, meliputi Purbalingga, Cilacap, Kebumen, Banjarnegara, Pemalang, dan Wonosobo, yang tersebar di enam kecamatan dan 70 desa,” ujar Ridlwan.

Selain itu, KKN Tematik Kebencanaan dilaksanakan di Kabupaten Banyumas, tepatnya di Kecamatan Somagede dan Kedungbanteng, serta di Kabupaten Purbalingga yang berlokasi di Desa Danasari, Kecamatan Karangjambu, dan Desa Sirau, Kecamatan Karangmoncol. Adapun KKN Nusa Persada dilaksanakan di Kabupaten Belitung Timur.

Ridlwan menambahkan, KKN 2026 menghadirkan sejumlah inovasi, salah satunya melalui pelaksanaan KKN Anti Kekerasan yang bekerja sama dengan Satgas PPKPT Unsoed. Program ini didukung dengan pembekalan khusus serta penerapan posko KKN terpisah antara mahasiswa laki-laki dan perempuan.

Unsoed juga mendorong kampanye Keterbukaan Informasi Publik di desa-desa lokasi KKN. Perwakilan mahasiswa di setiap desa mengikuti Workshop Penyusunan Materi Keterbukaan Informasi Publik dengan menghadirkan narasumber dari Komisi Informasi Pusat.

Berbagai program pendukung turut mewarnai KKN 2026, di antaranya partisipasi dalam Eksibisi SINAR Ketahanan Pangan, kerja sama KKN Tematik Kebencanaan dengan BPBD Kabupaten Banyumas dan Purbalingga, pemanfaatan Platform Eldiru sebagai media pembelajaran, serta transformasi digital KKN melalui kolaborasi Pusbang KKN dan UPA TIK Unsoed.

“Prioritas program kerja KKN diselaraskan dengan program prioritas desa dan kebijakan pemerintah, sehingga kontribusi mahasiswa dapat berdampak secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan,” kata Ridlwan.

Ketua LPPM Unsoed, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., menegaskan bahwa KKN merupakan program strategis dalam menjembatani hasil pendidikan dan penelitian perguruan tinggi agar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“KKN adalah wujud nyata pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada ilmu pengetahuan, teknologi, dan kearifan lokal,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk mampu mengidentifikasi permasalahan dan potensi desa secara partisipatif, menyusun program pemberdayaan yang kontekstual dan berkelanjutan, mengintegrasikan lintas disiplin ilmu, serta mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat desa.

Sementara itu, Rektor Unsoed melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum., menekankan peran perguruan tinggi sebagai agen transformasi sosial di tengah perubahan global.

“Kampus berdampak menegaskan bahwa universitas harus memberikan pengaruh nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Pemberdayaan masyarakat dan peningkatan literasi menjadi pilar penting dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Rektor juga berpesan agar mahasiswa melaksanakan KKN dengan menjunjung kerendahan hati, empati, serta etika akademik, dan menjadikan masyarakat sebagai mitra dalam belajar dan bekerja bersama.

“Setiap kontribusi kecil yang dilakukan di desa merupakan bagian dari upaya besar menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut