get app
inews
Aa Text
Read Next : Jalan Rusak tak Diperbaiki, Warga Rancamaya Pasang Spanduk Wisata Jeglongan 1.000

Jembatan Kalidekem Longsor, Aktivitas Warga Terhambat

Kamis, 22 Januari 2026 | 17:44 WIB
header img
Akses penghubung antara kawasan wisata Baturraden dan Desa Wisata Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, dilaporkan dalam kondisi rawan. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Akses penghubung antara kawasan wisata Baturraden dan Desa Wisata Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dilaporkan dalam kondisi rawan. Kerusakan serius yang terjadi pada Jembatan Kalidekem dikhawatirkan menghambat aktivitas masyarakat, sektor pariwisata, serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sekretaris Desa Melung, Timbul Yulianto, mengatakan jembatan tersebut merupakan infrastruktur strategis yang menopang pergerakan ekonomi dan pariwisata warga. Namun sejak mengalami kerusakan pada 25 Agustus 2025, hingga kini belum ada penanganan perbaikan.

“Kerusakannya sudah berlangsung cukup lama dan kondisinya semakin membahayakan. Selain rusak berat, struktur jembatan juga mengalami penurunan,” ujar Timbul, Kamis (22/1/2026).

Dia menyebutkan, bagian jembatan yang ambles diperkirakan mencapai kedalaman sekitar tujuh meter. Kondisi tersebut memaksa pengendara, khususnya sepeda motor dan kendaraan bertonase besar, untuk melintas dengan tingkat kehati-hatian tinggi.

Timbul menambahkan, meski terdapat jalur alternatif melalui wilayah Kutaliman, akses tersebut juga tidak sepenuhnya aman. Pasalnya, jembatan di kawasan Grumbul Babakan dilaporkan mengalami kerusakan dan berisiko bagi pengguna jalan.

“Warga yang berada di antara dua akses itu sama-sama menghadapi kondisi yang berbahaya,” ungkapnya.

Pemerintah Desa Melung, lanjut Timbul, telah mengajukan laporan dan permohonan resmi kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas. Namun hingga saat ini belum ada kepastian terkait waktu penanganan di lapangan.

Informasi yang diterima pemerintah desa menyebutkan, keterbatasan anggaran akibat penyesuaian keuangan daerah pada 2025 menjadi salah satu penyebab tertundanya perbaikan.

Ia juga menuturkan bahwa permasalahan Jembatan Kalidekem bukan hal baru. Sebelumnya, jembatan tersebut sempat ambrol total sebelum dibangun kembali. Kondisi tanah yang labil di sekitar lokasi disebut menjadi faktor utama kerusakan yang kerap berulang.

Kondisi jembatan yang memprihatinkan turut menimbulkan kekhawatiran pengguna jalan. Sasongko (45), wisatawan asal Purwokerto, mengaku selalu waspada saat melintasi jembatan tersebut.

“Tadi saat melintas dan melihat bagian yang ambles, saya jadi ekstra hati-hati. Lubangnya terlihat sangat lebar dan dalam,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan dan Pembangunan Jalan DPU Banyumas, Rusli Kurnia, menyatakan bahwa penanganan Jembatan Kalidekem telah masuk dalam rencana kerja tahun anggaran 2026 melalui program Pemeliharaan Jembatan.

“Penanganan sudah kami rencanakan dan survei lokasi juga telah dilakukan,” ujarnya.

Saat ini, DPU Banyumas masih menghitung kebutuhan anggaran agar perbaikan jembatan dapat segera direalisasikan setelah pendanaan tersedia.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut