get app
inews
Aa Text
Read Next : Komunitas Dharma Bhakti Patanjala Gelar Konservasi Mata Air Berbasis Budaya

Banjir Bandang Bawa Kayu-kayu Terjang Mrebet dan Karangreja, Sejumlah Rumah Hanyut

Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:35 WIB
header img
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Purbalingga sejak Jumat (23/1/2026) malam memicu banjir bandang di sejumlah desa wilayah Kecamatan Mrebet dan Karangreja. (Foto: Istimewa)

PURBALINGGA, iNewsPurwokerto.id - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Purbalingga sejak Jumat (23/1/2026) malam memicu banjir bandang di sejumlah desa wilayah utara. Kecamatan Mrebet dan Karangreja menjadi daerah yang terdampak paling parah akibat peristiwa tersebut.

Di Kecamatan Mrebet, banjir bandang menerjang Desa Sangkanayu. Derasnya arus Sungai Soso yang meluap menyebabkan tujuh rumah warga dilaporkan hanyut terbawa arus. Selain itu, sejumlah bangunan lain mengalami kerusakan akibat terjangan air bercampur material.

Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, mengatakan banjir dipicu hujan deras yang turun sejak sore hari. Air yang berasal dari lereng Gunung Slamet membawa material kayu dan bebatuan, lalu mengalir melalui Kali Soso yang melintasi wilayah desanya.

“Material banjir membuat air sungai meluap dan arusnya sangat deras,” ujar Ali, Sabtu (24/1/2026).

Sementara itu, di Kecamatan Karangreja, hujan lebat mengakibatkan Sungai Kali Gajah meluap di Dukuh Kali Urip, Desa Serang. Debit air meningkat tajam hingga membawa material bebatuan dan lumpur.

Material banjir dilaporkan menutup jembatan di belakang Kafe Kopi Embun, Desa Serang. Luapan air bahkan meluber ke badan jalan dan mengganggu akses serta aktivitas warga.

Banjir bandang juga melanda Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja. Akses jembatan penghubung Kutabawa–Bambangan terputus setelah tertutup material banjir yang terbawa arus.

Hingga Sabtu (24/1/2026), dampak kerusakan akibat banjir bandang tersebut masih dalam proses pendataan. Tim terkait masih melakukan asesmen untuk memastikan jumlah kerugian dan dampak yang ditimbulkan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga Revon Hanprindiyat membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa data kerusakan yang dihimpun saat ini masih bersifat sementara.

“Data kerusakan belum final karena masih dalam tahap pendataan,” katanya.

Editor : Elde Joyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut