Bencana Tanah Longsor Terjang Kebumen Dipicu Hujan Deras
KEBUMEN, iNewsPurwokerto.id - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Kebumen sejak Selasa (3/3/2026) sore hingga malam memicu bencana tanah longsor di sejumlah lokasi.
Dua titik terdampak berada di Kecamatan Pejagoan dan Kutowinangun. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan, aparat langsung bergerak setelah menerima laporan dari pemerintah desa dan warga. “Personel segera turun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Longsor pertama terjadi di Desa Pejagoan RT 05 RW 06, sekitar pukul 20.45 WIB. Rumah kosong milik Wahyu Edi Purnomo (50) terdampak setelah tanah di bagian bawah bangunan menjadi labil akibat hujan deras yang turun selama kurang lebih dua jam sejak pukul 18.30 WIB. Bangunan yang difungsikan sebagai tempat penyimpanan peralatan warung itu terseret material longsor.
Laporan dari kepala desa setempat segera ditindaklanjuti Polsek Pejagoan. Petugas juga berkoordinasi dengan PLN dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk langkah penanganan lanjutan. Hasil pengecekan memastikan tidak ada korban jiwa, sementara kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, mencakup kerusakan bangunan dan barang di dalamnya.
Peristiwa serupa terjadi di Dukuh Penajung RT 02 RW 01, Desa Tunjungseto, Kecamatan Kutowinangun. Hujan deras sejak sekitar pukul 19.00 WIB menyebabkan talud di samping rumah milik Mad Ruslan (76) longsor sekitar pukul 21.00 WIB. Material tanah sepanjang kurang lebih 3 meter dengan lebar sekitar 20 meter menghantam tembok rumah hingga jebol.
Kejadian tersebut ditangani Polsek Kutowinangun bersama BPBD Kebumen dan unsur desa tangguh bencana. Tidak ada korban dalam insiden itu, sementara nilai kerugian masih dalam proses pendataan.
Kapolres menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian, longsor dipicu curah hujan tinggi yang membuat struktur tanah jenuh air sehingga kehilangan daya ikat.
Selain melakukan pendataan dan koordinasi lintas instansi, petugas turut membantu pembersihan material longsor serta menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi warga terdampak.
Editor : EldeJoyosemito