Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pendampingan Hukum Korban Investasi Bodong Wajib Dilakukan secara Profesional
Advertisement . Scroll to see content

Kasus Investasi Bodong di Purwokerto, OJK Dukung Proses Hukum 

Rabu, 08 Juli 2026 | 12:23 WIB
  • author Elde Joyosemito
Kasus Investasi Bodong di Purwokerto, OJK Dukung Proses Hukum 
OJK menegaskan telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penindakan hukum terhadap kasus penipuan berkedok investasi dengan tersangka NHS. (Foto: Ilustrasi)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mendukung proses penindakan hukum terhadap kasus penipuan berkedok investasi dengan tersangka NHS alias Dika (36) di Purwokerto. 

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK Dicky Kartikoyono. "OJK juga telah berkoordinasi dengan kepolisian," ujar Dicky dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (7/7/2026).

Selain itu, OJK masih memeriksa informasi soal korban dugaan penipuan berkedok investasi tersebut tidak hanya dari satu bank, melainkan juga dari sejumlah bank di Purwokerto. Agar peristiwa seperti ini tidak terulang kembali, OJK mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip dua L, yakni legal dan logis, sebelum memutuskan berinvestasi. 

Sementara itu, Polresta Banyumas juga telah bergerak cepat dalam menelusuri aliran dana dan memblokir harta kekayaan milik tersangka Dika. Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Ardi Kurniawan, mengatakan penyidik telah mengajukan pemblokiran terhadap sejumlah asset tersangka, untuk mencegah adanya perpindahan kepemilikan selama proses penyidikan.

Sebagai langkah awal, korps bayangkara ini telah memblokir enam sertifikat hak milik (SHM) tanah dan bangunan. Dari enam sertifikat tersebut, empat di antaranya terdaftar atas nama Nurma Handika Sari, sedangkan dua lainnya sengaja disamarkan atas nama suaminya. Saat ini tim penyidik masih memburu asset dan aliran dana di rekening Dika dan kerabatnya.

"Saat ini kami fokus melakukan tracing terhadap harta tersangka. Kami melakukan penyitaan aset tersangka yang ada kaitannya dengan tindak pidana. Untuk melakukan itu, kita melakukan penelusuran terhadap tindak pidananya. Nanti kalau sudah terbukti, uangnya itu bersumber dari korban, baru kita sita," kata Ardi.

Saat dikunjungi, rumah mewah yang ditempati tersangka bersama suami dan keluarganya, kini seperti rumah hantu alias tidak ada aktivitas di dalamnya. Tetangga sekitar rumahnya saat dihubungi, sudah tak pernah melihat keberadaan suami tersangka Trio Afrianto, di rumah tersebut. Rumah dan Cafe mewah milik tersangka, kini dalam pengawasan kepolisian. 

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut