get app
inews
Aa Text
Read Next : Begini Layanan Jaminan Kesehatan di Purwokerto Saat Masa Libur Lebaran

Gebyar Ramadan Syariah 2026 Digelar di Purbalingga, OJK Ajak Melek Keuangan Syariah

Minggu, 08 Maret 2026 | 13:40 WIB
header img
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto menggelar puncak kegiatan Gebyar Ramadan Syariah (Gerak Syariah) 2026 di Taman Kota Usman Janatin, Purbalingga. (Foto: Istimewa)

PURBALINGGA, iNewsPurwokerto.id – Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Purwokerto menggelar puncak kegiatan Gebyar Ramadan Syariah (Gerak Syariah) 2026 di Taman Kota Usman Janatin, Purbalingga pada Sabtu (7/3/2026) petang.

Kegiatan bertema “Membuka Jalan Kebaikan Bersama Keuangan Syariah” tersebut menjadi bagian dari kampanye nasional untuk meningkatkan literasi serta inklusi keuangan syariah di masyarakat.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani dan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto Christoveny, Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (ASBISINDO) wilayah Barlingmascakeb Budi Santoso, Ketua Himpunan Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (HIBARSI) wilayah Tegal Barlingmascakeb Sri Aprilliawati Maftukhah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Purbalingga KH Zahid Khasani, serta Ketua Baznas Purbalingga Soedijanto.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Purbalingga, OJK Purwokerto, Bank Indonesia Purwokerto, Kementerian Agama Purbalingga, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), HIMBARSI, dan ASBISINDO wilayah Barlingmascakeb untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan QRIS kepada pelaku UMKM di kawasan Taman Kota Usman Janatin sebagai upaya mendorong digitalisasi transaksi keuangan di sektor usaha mikro dan kecil.

Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi OJK tersebut. Menurutnya, kegiatan Gerak Syariah menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi keuangan syariah sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan produk keuangan berbasis syariah.

“Harapannya masyarakat tidak hanya mengenal produk keuangan syariah, tetapi juga memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi,” katanya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Purbalingga bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar program peningkatan literasi dan inklusi keuangan dapat berjalan optimal.

Sementara itu, Kepala OJK Purwokerto Haramain Billady menyampaikan bahwa industri keuangan syariah di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Namun, tingkat literasi dan pemanfaatan produk keuangan syariah di masyarakat masih perlu ditingkatkan.

“Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat literasi keuangan syariah tercatat sebesar 43,42 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan syariah sebesar 13,41 persen,” ujar Haramain.

Ia menilai peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah penting, khususnya bagi generasi muda, pelaku UMKM, serta komunitas berbasis sosial dan keagamaan.

Menurut Haramain, wilayah eks Karesidenan Banyumas memiliki potensi besar dalam pengembangan industri keuangan syariah. Berdasarkan data per Desember 2025, terdapat 38 jaringan kantor cabang bank umum syariah dan unit usaha syariah, serta 25 kantor pusat BPR dan BPRS di wilayah kerja OJK Purwokerto.

“Dengan jaringan layanan yang cukup luas tersebut, akses masyarakat terhadap layanan keuangan syariah semakin terbuka sehingga diharapkan mampu mempercepat peningkatan literasi dan inklusi keuangan,” katanya.

Sebagai bagian dari rangkaian Gerak Syariah 2026, OJK Purwokerto sebelumnya telah menggelar berbagai kegiatan edukasi dan literasi keuangan syariah. Di antaranya pelatihan bagi 1.000 penyuluh agama Islam di Jawa Tengah dan DIY, yang kemudian menyelenggarakan 59 kegiatan literasi kepada lebih dari 5.300 peserta.

Selain itu, OJK juga menggelar roadshow literasi keuangan syariah kepada takmir masjid di Banyumas serta santri dan pengasuh pondok pesantren di Cilacap. Edukasi juga dilakukan melalui siaran radio, berbagai lomba edukatif bertema keuangan syariah, hingga podcast literasi keuangan bersama tokoh publik Andy F Noya.

OJK juga melibatkan lembaga jasa keuangan syariah di wilayah eks Karesidenan Banyumas untuk turut menyukseskan kampanye Gerak Syariah. Hingga saat ini, tercatat 45 kegiatan literasi dan inklusi keuangan syariah telah dilaksanakan dengan total 1.403 peserta.

Dari kegiatan tersebut, tercatat pula pembukaan 7.121 rekening baru, penambahan 3.126 debitur baru, dengan total pembiayaan mencapai Rp160,8 miliar serta produk simpanan sebesar Rp17,7 miliar.

Melalui Gerak Syariah 2026, OJK Purwokerto berharap masyarakat semakin memahami pengelolaan keuangan yang bijak berdasarkan prinsip syariah.

“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, kementerian dan lembaga, lembaga jasa keuangan, hingga masyarakat untuk terus bersinergi meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah demi kesejahteraan masyarakat,” ujar Haramain.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut