Perkuat Suplai Nasional, Produksi Elpiji Kilang Cilacap Digenjot hingga 120 Persen
CILACAP, iNewsPurwokerto.id – Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) IV Cilacap mencatat peningkatan signifikan dalam produksi elpiji setelah melakukan optimalisasi operasional di unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Optimalisasi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap dinamika global yang berpotensi memengaruhi ketersediaan energi, khususnya elpiji di dalam negeri.
Manager Refinery Business & Optimization RU IV Cilacap, Endah Purbarani, mengatakan peningkatan produksi difokuskan pada pengaturan operasi RFCC guna meningkatkan yield elpiji.
“Optimalisasi ini kami lakukan untuk memastikan ketersediaan stok elpiji nasional tetap terjaga, sekaligus mengantisipasi dampak situasi global terhadap pasokan energi,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Sejak mulai diterapkan pada 10 Maret 2026, produksi elpiji di Kilang Cilacap mengalami lonjakan hingga 120 persen dari target yang telah ditentukan.
Pencapaian tersebut menunjukkan kemampuan kilang dalam menjalankan proses produksi secara adaptif dan efisien, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan serta keandalan operasional.
Area Manager Communication, Relations & CSR RU IV Cilacap, Agustiawan, menegaskan bahwa Kilang Cilacap memiliki peran vital dalam menopang kebutuhan energi nasional.
“Kilang Cilacap menyuplai sekitar 34 persen kebutuhan BBM nasional dan sekitar 60 persen kebutuhan di Pulau Jawa. Kami terus melakukan berbagai inovasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi,” katanya.
Ia menambahkan, upaya optimalisasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan pasokan energi yang andal sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tantangan global.
Dengan berbagai inovasi yang terus dikembangkan, Kilang Cilacap diharapkan tetap menjadi ujung tombak dalam menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat.
Editor: EldeJoyosemito