get app
inews
Aa Text
Read Next : Kisah Perjuangan Mia, Ibu Hamil yang Rela Motoran 13 Jam Demi Mudik dari Tangerang ke Cilacap

Purwokerto dan Cilacap Catat Inflasi, TPID Perkuat Pengendalian Harga

Senin, 06 April 2026 | 22:22 WIB
header img
Pemantauan harga komoditas yang dilaksanakan di pasar. (Foto: Istimewa).

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Purwokerto dan Cilacap yang menjadi kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah Banyumas Raya tercatat mengalami inflasi pada Maret 2026. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi di kedua daerah tersebut secara umum menunjukkan tren yang lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Di Purwokerto, inflasi pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,68 persen (month to month/mtm), 1,10 persen (year to date/ytd), dan 3,31 persen (year on year/yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang mencapai 0,78 persen (mtm), 0,42 persen (ytd), dan 4,14 persen (yoy).

Sementara itu, Cilacap mencatat inflasi sebesar 0,70 persen (mtm), 1,08 persen (ytd), dan 3,51 persen (yoy), juga lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang masing-masing sebesar 0,80 persen (mtm), 0,37 persen (ytd), dan 4,22 persen (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Purwokerto, Christoveny, menjelaskan bahwa tekanan inflasi pada Maret 2026 terutama dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan masyarakat selama Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri.

“Peningkatan konsumsi masyarakat pada periode Ramadan dan Lebaran menjadi faktor utama yang mendorong inflasi, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau,” ujarnya.

Di Purwokerto, kelompok tersebut mencatat inflasi sebesar 1,74 persen (mtm) dengan andil 0,52 persen. Kenaikan harga komoditas seperti beras, daging ayam ras, bensin, minyak goreng, serta tarif angkutan antarkota menjadi penyumbang utama inflasi.

Namun demikian, tekanan inflasi masih tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas, antara lain emas perhiasan, tarif kereta api, bawang putih, bawang merah, dan nangka muda.

Kondisi serupa terjadi di Cilacap, di mana kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 1,68 persen (mtm) dengan andil 0,54 persen. Kenaikan harga beras, daging ayam ras, tarif angkutan antarkota, telur ayam ras, dan bensin menjadi pemicu utama inflasi di daerah tersebut.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut