Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ratusan Warga Grujugan Banyumas Terima Bantuan Beras 30 Kilogram dari Bulog
Advertisement . Scroll to see content

Jaga Stabilitas Harga, Bulog Banyumas Salurkan Bantuan Pangan di Banjarnegara

Sabtu, 11 April 2026 | 09:59 WIB
  • author Elde Joyosemito
Jaga Stabilitas Harga, Bulog Banyumas Salurkan Bantuan Pangan di Banjarnegara
Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas resmi memulai pendistribusian bantuan pangan cadangan pangan pemerintah tahap II untuk wilayah Kabupaten Banjarnegara. (Foto: Istimewa)

BANJARNEGARA, iNewsPurwokerto.id – Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas resmi memulai pendistribusian bantuan pangan cadangan pangan pemerintah tahap II untuk wilayah Kabupaten Banjarnegara. Penyaluran ini mencakup komoditas beras dan minyak goreng alokasi bulan Februari dan Maret 2026.

Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Banyumas, Prawoko Setyo Aji, menjelaskan bahwa penyaluran ini dilakukan secara bertahap dan terukur untuk menjangkau setiap kecamatan di Banjarnegara.

"Kami telah menyusun jadwal distribusi secara detail agar bantuan ini tepat sasaran dan tepat waktu. Sebagai gambaran, untuk wilayah Kecamatan Purwareja Klampok saja, kami melayani sebanyak 7.195 Penerima Bantuan Pangan (PBP)," ujar Prawoko pada Sabtu (11/4/2026).

Prawoko merinci, khusus untuk wilayah tersebut, total kuantum bantuan mencapai 143.900 kg beras dan 28.780 liter minyak goreng. 

"Seluruh pasokan ini kami layani melalui Gudang Purwonegoro dan Karangsentul guna mempercepat akses distribusi ke titik serah," tambahnya.

Untuk menjamin ketertiban dan kelancaran di lapangan, Bulog menerapkan mekanisme dua fase penyaluran. Pada fase pertama adalah mobilisasi barang dari gudang pusat menuju titik serah di tingkat kecamatan atau desa. Fase kedua atau berikutnya adalah penyerahan langsung kepada masyarakat penerima manfaat yang telah terverifikasi.

Distribusi ini diharapkan tidak hanya sekadar memberikan bantuan sosial, tetapi juga menjadi instrumen pengendali inflasi di daerah. Dengan masuknya pasokan bantuan ke rumah tangga, beban pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan pokok dapat berkurang, sekaligus meredam gejolak harga beras dan minyak goreng di pasar tradisional.

"Harapan kami, proses distribusi ini memberikan dampak nyata pada stabilitas pangan di tingkat rumah tangga, terutama di tengah fluktuasi harga pasar," tegas Prawoko.

Dalam pelaksanaannya, Bulog bekerja sama erat dengan Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara. 

"Kami berharap program ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat penerima,"tambahnya. 

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut