get app
inews
Aa Text
Read Next : iNews Campus Connect Hadir di Unsoed, Mahasiswa Diajak Terjun Langsung ke Industri Media Digital

Tekan Risiko Kecelakaan, KAI Daop 5 Purwokerto Tutup 184 Perlintasan Liar

Kamis, 07 Mei 2026 | 08:01 WIB
header img
KAI Daop 5 Purwokerto bersama pemangku kepentingan telah menutup 184 perlintasan liar di berbagai titik rawan. (Foto: Daop 5)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto terus berupaya meningatan keselamatan di perlintasan sebidang. Salah satu langkah yang dilakukan ialah menutup perlintasan liar yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan. KAI Daop 5 Purwokerto bersama pemangku kepentingan telah menutup 184 perlintasan liar di berbagai titik rawan.

Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto M As’ad Habibuddin mengatakan keberadaan perlintasan liar menjadi perhatian serius karena tidak memiliki sistem pengamanan memadai dan tidak berada dalam pengawasan resmi.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat ruang aman antara perjalanan kereta api dan aktivitas masyarakat semakin terbatas.

“Setiap perlintasan memiliki potensi risiko keselamatan. Untuk lokasi yang belum sesuai ketentuan, penanganan dilakukan bersama pemerintah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk opsi penutupan. Langkah ini diambil sebagai upaya menjaga keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api,” kata As’ad pada Kamis (7/5/2026).

Ia menjelaskan, penataan perlintasan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, operator kereta api, maupun masyarakat. Penanganan tidak hanya menyangkut aspek infrastruktur, tetapi juga regulasi dan kedisiplinan pengguna jalan.

Saat ini, di wilayah kerja Daop 5 Purwokerto terdapat 196 perlintasan sebidang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 titik merupakan perlintasan tidak terjaga yang masih memerlukan perhatian dalam pengelolaannya.

“Data ini menunjukkan bahwa perlintasan masih memiliki tingkat risiko yang perlu dikelola secara berkelanjutan. Penutupan perlintasan liar menjadi bagian dari penataan untuk memastikan interaksi antara perjalanan kereta api dan lalu lintas jalan berlangsung lebih aman,” ujarnya.

Sejak 2017 hingga April 2026, KAI Daop 5 Purwokerto bersama pemangku kepentingan telah menutup 184 perlintasan liar di berbagai titik rawan. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi potensi kecelakaan sekaligus menciptakan area perlintasan yang lebih tertib dan aman.

Penutupan tersebut juga diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan jalur penyeberangan resmi yang telah memenuhi standar keselamatan.

As’ad menuturkan, keselamatan di perlintasan sangat dipengaruhi oleh disiplin masyarakat saat berlalu lintas. Ia menilai kebiasaan berhenti dan memastikan kondisi aman sebelum melintas harus menjadi budaya bersama.

“Kereta api melayani ratusan hingga ribuan pelanggan dalam satu perjalanan dan membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Dalam kondisi tertentu, kereta api tidak dapat berhenti secara mendadak. Karena itu, disiplin saat melintas di perlintasan menjadi hal yang sangat penting,” jelasnya.

KAI Daop 5 Purwokerto juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban di kawasan perlintasan demi menekan risiko kecelakaan.

“Menjaga ketertiban di perlintasan adalah tanggung jawab bersama. Setiap risiko yang muncul dapat berdampak luas, tidak hanya bagi pengguna jalan, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” tutup As’ad.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut