Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Wamendiktisaintek Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI, Bisa Picu Kematian Berpikir
Advertisement . Scroll to see content

AI Jadi Senjata Baru Dunia Jurnalistik, Dibahas di ICC Unsoed Purwokerto

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:26 WIB
  • author Mei Sada Sirait/Arbi Anugrah
AI Jadi Senjata Baru Dunia Jurnalistik, Dibahas di ICC Unsoed Purwokerto
AI dinilai menjadi “senjata baru” bagi dunia jurnalistik karena mampu mempercepat proses produksi informasi hingga pembuatan konten kreatif. Foto: Mei Sada

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah wajah industri media dan konten digital. Teknologi ini bahkan dinilai menjadi “senjata baru” bagi dunia jurnalistik karena mampu mempercepat proses produksi informasi hingga pembuatan konten kreatif.

Hal itu disampaikan jurnalis teknologi Danang Cak Dan dalam program Autotech pada ajang iNews Media Group Campus Connect (ICC) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Kamis (7/5/2026).

Dalam pemaparannya, Danang menyoroti semakin dekatnya generasi muda dengan teknologi AI. Menurutnya, platform seperti ChatGPT hingga Gemini kini sudah menjadi bagian dari keseharian Gen Z.

“Ini menandakan Gen Z sudah open banget sama teknologi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perkembangan AI saat ini bukan lagi sekadar tren digital, melainkan sudah masuk dalam pola hidup masyarakat modern. Apalagi penggunaan smartphone kini hampir merata di berbagai kalangan.

Menurut Danang, teknologi ponsel juga terus berkembang menuju sistem yang lebih canggih melalui konsep agentic AI. Teknologi ini memungkinkan perangkat menjalankan beberapa tugas sekaligus hanya melalui satu instruksi dari pengguna.

“Kita bisa bilang ‘tolong pesankan ojek online’, nanti smartphone-nya langsung melakukan sendiri,” katanya.

Perubahan teknologi tersebut, kata Danang, membuat masyarakat harus terus beradaptasi agar tidak tertinggal perkembangan zaman. AI juga dinilai membawa dampak besar terhadap industri kreatif, termasuk dunia jurnalistik.

Jika sebelumnya produksi konten membutuhkan banyak tenaga kerja dengan tugas berbeda-beda, kini proses tersebut bisa dilakukan lebih ringkas dengan bantuan AI. Fenomena ini dikenal dengan istilah one man factory.

“Sekarang semuanya bisa dilakukan one-man factory,” katanya.

Ia mencontohkan proses produksi berita dan konten digital yang dahulu melibatkan wartawan, editor video, desainer grafis, hingga penulis naskah, kini dapat dibantu berbagai perangkat AI dalam satu alur kerja.

Mulai dari mencari ide, menyusun skrip, membuat visual, hingga proses editing kini bisa dilakukan lebih cepat dan praktis melalui teknologi berbasis AI.

“Barrier untuk belajar sekarang sangat minim. Semua sudah terjangkau dari sentuhan layar handphone,” ujarnya.

Melalui kegiatan ICC di Unsoed, iNews Media Group mendorong mahasiswa untuk lebih memahami perkembangan teknologi digital yang kini semakin memengaruhi dunia kerja, khususnya industri media dan komunikasi.

Editor: Arbi Anugrah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut