Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Diduga akibat Kelalaian Bakar Sampah, Lahan 1,3 Hektare di Karanganyar Kebumen Terbakar
Advertisement . Scroll to see content

Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Soroti Proyek Produktif dan Lapangan Kerja untuk Rakyat

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:19 WIB
  • author Binti Mufarida/Arbi Anugrah
Prabowo Panen Raya Udang di Kebumen, Soroti Proyek Produktif dan Lapangan Kerja untuk Rakyat
Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang vaname di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen. (Foto: BPMI Setpres).

KEBUMEN, iNewsPurwokerto.id - Presiden Prabowo Subianto melakukan panen raya udang vaname di kawasan tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menegaskan pemerintah akan memprioritaskan pembangunan proyek-proyek produktif yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Di kawasan tambak modern seluas 100 hektare itu, Prabowo meninjau langsung proses panen hingga penyortiran udang sebelum dipasarkan. Kepala Negara bahkan ikut menjaring udang bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono serta nelayan setempat.

Tak hanya melihat proses panen, Presiden juga mengecek sistem pengelolaan tambak modern yang diterapkan di kawasan tersebut. BUBK Kebumen dikembangkan dengan konsep budidaya terpadu, mulai dari saluran intake air, kolam tandon, pemisahan inlet dan outlet, kolam produksi, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan arah pembangunan pemerintah ke depan akan lebih difokuskan pada sektor-sektor yang menghasilkan nilai tambah nyata bagi masyarakat dan negara.

“Kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein untuk rakyat kita, dan juga untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa. Saya kira nanti dalam bulan-bulan yang akan datang kita akan mempercepat proses pembangunan yang produktif. Semua yang produktif akan kita jalankan. Produktif artinya harus menghasilkan nilai tambah,” ujar Prabowo.

Menurutnya, proyek produktif tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekspor dan pemasukan devisa negara.

Presiden juga mengaku telah memberi arahan langsung kepada jajaran Kabinet Merah Putih agar fokus mendukung program yang benar-benar berdampak pada ekonomi rakyat.

“Saya kasih petunjuk ke kabinet, yang boleh kita dukung, yang harus kita dukung, yang harus kita jalankan adalah proyek-proyek yang produktif. Batasan produktif apa? Menciptakan lapangan kerja untuk rakyat kita. Kedua, menghasilkan nilai tambah, menambah kekayaan bangsa Indonesia, menambah penghasilan rakyat kita. Itu arti produktif,” tuturnya.

Prabowo turut menyoroti pentingnya efisiensi dalam pembangunan nasional. Ia menilai pembangunan fisik semata tidak cukup jika tidak diikuti hasil nyata yang dirasakan masyarakat.

“Jadi, maaf, kita sekarang agak tunda lah bangun banyak kantor, kantor, kantor. Kantor itu ya perlu, tapi jangan ada kantor nggak ada produktivitas. Iya kan? Kantor megah produknya nggak ada. Lebih baik kantornya tidak begitu bagus, tapi produknya bagus, hasilnya banyak, penghasilan untuk rakyat banyak. Rakyat kita butuh pekerjaan," ujarnya.

Kawasan tambak udang modern di Kebumen sendiri diproyeksikan menjadi salah satu model pengembangan sektor perikanan nasional berbasis teknologi dan tata kelola lingkungan. Pemerintah menilai sektor perikanan, khususnya budidaya udang, memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus memperkuat daya saing ekspor Indonesia di pasar global.

Editor: Arbi Anugrah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut