get app
inews
Aa Text
Read Next : Miris! Suami Aniaya Istri Hamil 8 Bulan di Banyumas, Polisi Ungkap Kronologi

Serapan Beras Bulog Banyumas Capai 54.717 Ton, Dukung Stok Nasional

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:27 WIB
header img
Realisasi pengadaan gabah dan beras petani hingga awal Juni 2026 telah mencapai 54.717 ton setara beras. (Foto: iNewsPurwokerto)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id — Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas mencatat realisasi pengadaan gabah dan beras petani hingga awal Juni 2026 telah mencapai 54.717 ton setara beras. Jumlah tersebut setara sekitar 75,67 persen dari target pengadaan tahun ini yang ditetapkan sebesar 72.312 ton setara beras.

Capaian tersebut diraih di tengah menurunnya intensitas panen di wilayah Banyumas Raya seiring sebagian besar petani mulai memasuki musim tanam kedua.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, mengatakan realisasi penyerapan saat ini menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Meski masa panen raya telah berakhir, pihaknya tetap optimistis target pengadaan tahun 2026 dapat tercapai.

“Realisasi saat ini sudah mencapai 54.717 ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target 72.312 ton. Sisanya akan kami optimalkan melalui penyerapan hasil panen musim tanam kedua yang diperkirakan berlangsung pada akhir Juli hingga Agustus mendatang,” kata Prawoko.

Menurut dia, pada periode panen raya beberapa waktu lalu, Bulog Banyumas mampu menyerap gabah petani dalam jumlah cukup besar. Volume penyerapan harian saat itu berkisar antara 1.500 hingga 2.500 ton, dengan rata-rata mencapai sekitar 2.300 ton per hari.

Namun, setelah masa panen raya berakhir di wilayah Banyumas Raya yang mencakup Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, volume gabah yang masuk ke Bulog mulai menurun karena panen petani tidak lagi berlangsung secara bersamaan.

“Sekarang penyerapan masih berjalan, tetapi volumenya memang menurun. Saat ini rata-rata berkisar 400 sampai 500 ton per hari karena sebagian besar petani sudah memasuki musim tanam kedua,” ujarnya.

Prawoko menjelaskan perbedaan waktu tanam menjadi salah satu faktor yang menyebabkan panen berlangsung tidak serentak. Selain itu, sejumlah petani juga harus melakukan tanam ulang akibat gangguan pada tanaman sehingga jadwal panennya menjadi lebih lambat.

Meski demikian, Bulog tetap aktif melakukan pembelian gabah dan beras di berbagai wilayah yang masih memasuki masa panen. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hasil produksi petani terserap secara optimal sekaligus mendukung penguatan cadangan pangan pemerintah.

“Selama masih ada panen, kami tetap turun ke lapangan untuk melakukan penyerapan. Kami ingin memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan baik dan memberikan manfaat bagi petani maupun ketahanan pangan nasional,” katanya.

Selain penyerapan, ketersediaan stok beras di gudang Bulog Banyumas juga berada dalam kondisi aman. Saat ini, Bulog Banyumas menguasai stok beras mendekati 90 ribu ton.

Menurut Prawoko, jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Banyumas Raya dalam beberapa bulan ke depan sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasaran.

Sementara itu, secara nasional Perum Bulog juga mencatat capaian pengadaan yang signifikan. Hingga 3 Juni 2026, realisasi penyerapan gabah dan beras petani telah mencapai 3,01 juta ton setara beras atau sekitar 75 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah tahun ini.

Capaian tersebut menjadi salah satu prestasi penting dalam pengelolaan pangan nasional. Dalam waktu kurang dari enam bulan, Bulog berhasil mendekati target tahunan yang selama ini menjadi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan petani, penguatan cadangan pangan pemerintah, dan stabilitas harga pangan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak mulai dari petani, pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, penyuluh pertanian, pelaku usaha penggilingan padi, hingga seluruh jajaran Bulog di berbagai daerah.

“Alhamdulillah hingga awal Juni 2026, Bulog telah berhasil menyerap lebih dari 3 juta ton setara beras. Ini menunjukkan negara hadir secara nyata untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Ahmad Rizal.

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga menunjukkan efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga harga gabah melalui penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.

“Kebijakan HPP memberikan kepastian pasar bagi petani. Dengan harga yang jelas dan terjamin, petani memiliki kepastian dalam menjual hasil panennya sehingga semangat produksi tetap terjaga,” katanya.

Tingginya serapan gabah dan beras turut berdampak pada peningkatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Saat ini stok beras yang dikelola Bulog secara nasional telah menembus lebih dari 5 juta ton, yang disebut sebagai salah satu capaian tertinggi dalam sejarah modern pengelolaan pangan nasional.

Stok tersebut menjadi instrumen penting pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat, hingga mengantisipasi kebutuhan darurat akibat bencana maupun gejolak pasar.

Ahmad Rizal optimistis target pengadaan sebesar 4 juta ton setara beras dapat tercapai sebelum akhir tahun mengingat musim panen masih berlangsung di sejumlah daerah sentra produksi.

“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan dan masih adanya panen di berbagai wilayah, kami optimistis target pengadaan tahun ini dapat tercapai. Bulog akan terus berada di garis depan menjaga ketersediaan pangan nasional dan memastikan hasil kerja keras petani terserap secara maksimal,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian serapan yang telah menembus angka 3 juta ton bukan sekadar statistik, melainkan bukti nyata komitmen negara dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.

“Keberhasilan ini merupakan wujud keberpihakan kepada petani dan langkah konkret menuju swasembada pangan yang berkelanjutan,” kata Ahmad Rizal.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut