Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 1.000 Mahasiswa UMP Ikuti Skrining Thalasemia, Kenali Pentingnya Deteksi Dini
Advertisement . Scroll to see content

Pegadaian-OJK ke Mahasiswa Unsoed: Jangan FOMO Investasi Medsos, Awas Terjebak Pinjol dan Link Scam!

Jum'at, 26 Juni 2026 | 11:51 WIB
  • author Arbi Anugrah
Pegadaian-OJK ke Mahasiswa Unsoed: Jangan FOMO Investasi Medsos, Awas Terjebak Pinjol dan Link Scam!
Pegadaian-OJK ke Mahasiswa Unsoed: Jangan FOMO Investasi Medsos, Awas Terjebak Pinjol dan Link Scam! Foto: Pegadaian

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id - Kemudahan akses keuangan di era digital bagaikan pisau bermata dua bagi generasi muda. Di satu sisi, aplikasi digital mempermudah urusan dompet, namun di sisi lain, ancaman investasi bodong, jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal, hingga teror penipuan siber terus mengintai, di mana kelompok mahasiswa kini menjadi salah satu target utamanya.

Merespons fenomena mengkhawatirkan tersebut, PT Pegadaian (Persero) melalui Pegadaian Peduli berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar talkshow interaktif bertajuk Financial Literacy on The Way (FLOW): Mandiri Finansial Dimulai Hari Ini di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kamis (25/6) kemarin.

Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow edukasi finansial ke berbagai kampus demi mencetak generasi muda yang melek keuangan dan bijak mengambil keputusan finansial.

Deputi Bisnis PT Pegadaian Area Purwokerto, Yuly Arsianty, memaparkan bahwa kaum akademis, terutama Gen Z, merupakan kelompok yang paling rapuh terhasut rayuan investasi bodong maupun aplikasi pinjaman tanpa izin resmi. Fakta di lapangan menunjukkan, kemudahan teknologi digital anak muda dengan gawai belum berbanding lurus dengan pemahaman mereka terkait risiko dan aspek legalitas produk keuangan.

“Program ini merupakan inisiasi OJK untuk masuk ke lingkungan kampus. Sebagian besar mahasiswa adalah Gen Z yang perlu dibekali pemahaman agar tidak terlibat investasi bodong, pinjol ilegal, atau produk keuangan di luar legalitas yang aman,” ungkap Yuly dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).

Yuly menyayangkan banyaknya anak muda yang gampang gelap mata saat ditawarkan janji manis keuntungan selangit, tanpa sudi meluangkan waktu untuk mengecek izin resmi perusahaan ke otoritas terkait.

“Teman-teman Gen Z ini sering kali penasaran dan ingin mencoba sesuatu yang baru. Kadang aspek legalitas justru terabaikan karena tergiur imbal hasil besar,” beber Yuly menggarisbawahi urgensi investasi yang aman.

Dalam edukasi ini, para mahasiswa digembleng materi mendasar, mulai dari cara merancang anggaran bulanan, memutar arus kas, urgensi memupuk dana darurat, hingga strategi jangka panjang. Mereka juga diajak berkenalan dengan instrumen investasi yang ramah kantong dan minim risiko, salah satunya adalah investasi emas.

Yuly menilai, fluktuasi harga emas saat ini justru menjadi peluang emas yang sayang untuk dilewatkan oleh mahasiswa.

“Saat harga turun, kenapa tidak mulai dari sekarang. Harganya sedang cukup aman, ini saat yang tepat untuk menabung emas,” ajaknya. Ia pun mendorong mahasiswa membalik kebiasaan lama, bukan menginvestasikan sisa uang belanja, melainkan menyisihkan uang investasi dan dana darurat di awal sebelum berasumsi menghabiskan sisanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Purwokerto, Dinavia Tri Riandari, melempar kritik halus kepada mahasiswa agar tidak mudah latah mengekor tren investasi yang sedang viral di jagat media sosial. Dunia digital memang membuka lebar pintu peluang, namun prinsip kehati-hatian tetap menjadi tameng utama.

“Kemudahan akses digital memang membuka banyak peluang, tetapi jangan sampai kita FOMO. Jangan asal mengakses investasi yang ternyata ilegal,” tegas Dinavia.

Bukan hanya investasi bodong, Dinavia juga meminta mahasiswa meningkatkan kewaspadaan terhadap masifnya sebaran tautan jebakan (link scam). Modus penipuan berkedok hadiah instan hingga lowongan pekerjaan paruh waktu ini kini marak bertebaran lewat SMS, DM media sosial, hingga aplikasi belanja daring.

“Jangan mudah mengklik link yang tidak jelas asal-usulnya. Banyak tautan yang menawarkan pekerjaan, hadiah, atau promo belanja online, padahal ujung-ujungnya merupakan penipuan,” wanti-wanti Dinavia secara lugas.

Sementara itu, Direktur Jaringan dan Operasi PT Pegadaian (Persero), Eka Pebriansyah, menekankan bahwa pemahaman finansial yang kuat sejak dini adalah modal utama bagi anak muda untuk membangun masa depan yang mandiri dan sejahtera. Potensi besar yang dimiliki generasi muda harus dikunci dengan kecakapan mengelola uang.

"Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di masa depan. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak sejak dini," kata Eka.

Lewat program Financial Literacy on the Way, Pegadaian berkomitmen memperluas literasi dan inklusi keuangan melalui pendekatan yang aplikatif, rileks, dan mudah dicerna oleh nalar mahasiswa.

"Kami berharap mahasiswa tidak hanya mampu mengambil keputusan finansial yang tepat, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya," harap Eka.

Sebagai langkah konkret jangka panjang, program FLOW di Unsoed ini juga meresmikan pembentukan Duta Literasi Keuangan di lingkup universitas. Para mahasiswa terpilih ini nantinya diplot sebagai agen perubahan yang bertugas menularkan budaya melek finansial sehat di area kampus hingga lingkungan masyarakat.

Editor: Arbi Anugrah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut