1.000 Mahasiswa UMP Ikuti Skrining Thalasemia, Kenali Pentingnya Deteksi Dini
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Sekitar 1.000 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mengikuti skrining thalasemia sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap penyakit genetik yang dapat diturunkan dari orangtua kepada anak.
Salah satu mahasiswa yang mengikuti pemeriksaan tersebut adalah Esti, mahasiswa Fakultas Agama Islam UMP. Bagi Esti, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menjalani skrining thalasemia sekaligus mengenal lebih jauh penyakit tersebut.
Esti mengikuti pemeriksaan bersama ratusan mahasiswa lainnya dalam kegiatan Seminar dan Kuliah Umum Interprofessional Education (IPE) Thalasemia: Skrining Thalasemia dan Kesehatan Pra Nikah. Kegiatan digelar di Auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP, Kamis (17/9/2026).
Esti mengatakan, dirinya tertarik mengikuti skrining karena kegiatan tersebut direkomendasikan oleh pihak kampus. "Thalasemia ini salah satu penyakit genetik yang bisa diturunkan. Mumpung disarankan oleh kampus jadi diambil saja. Nanti download aplikasi untuk tahu hasil," ujar Esti.
Mahasiswa lainnya, Khusaibah, juga mengaku baru pertama kali mengikuti skrining thalasemia. Ia telah menjalani pengambilan sampel darah dalam kegiatan tersebut. "Tadi di screening dan baru pertama kali, untuk deteksi dini dan dites langsung tadi,"katanya.
Kegiatan skrining yang melibatkan sekitar 1.000 mahasiswa tersebut tidak hanya menjadi pemeriksaan kesehatan. Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai pentingnya deteksi dini thalasemia, terutama menjelang memasuki kehidupan berkeluarga.
Rektor UMP Prof Jebul Suroso mengatakan, skrining diharapkan dapat membantu mahasiswa mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini.
"Harapannya adalah lebih awal mengetahui dengan screening ini," kata Jebul dalam sambutannya.
Editor: EldeJoyosemito