get app
inews
Aa Text
Read Next : Miris! Suami Aniaya Istri Hamil 8 Bulan di Banyumas, Polisi Ungkap Kronologi

Begini Penampakan Bangunan Sekolah Rakyat di Sumbang, Siap Dipakai Juli Ini

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:49 WIB
header img
Bangunan Sekolah Rakyat Banyumas di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, kini hampir rampung. (Foto: Istimewa)

PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id Bangunan Sekolah Rakyat Banyumas di Desa Karangcegak, Kecamatan Sumbang, kini hampir rampung. Menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada Juli 2026, progres pembangunan sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu telah mencapai sekitar 90 persen.

Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti bersama Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie meninjau langsung kesiapan bangunan sekolah tersebut, Jumat (3/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana siap digunakan saat kegiatan belajar mengajar dimulai.

Saat memasuki kawasan sekolah, bangunan tampak berdiri megah dengan konsep pendidikan berasrama. Sejumlah pekerja masih menyelesaikan pekerjaan tahap akhir, sementara ruang-ruang utama telah siap difungsikan.

"Ini sekitar 90 persen. Insyaallah nanti Juli sudah selesai, karena memang dikejar untuk tahun ajaran baru," kata Dwi Asih Lintarti usai meninjau lokasi.

Sekolah Rakyat Banyumas dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Selain ruang kelas, kompleks pendidikan ini memiliki asrama putra dan putri, asrama guru, laboratorium bahasa, laboratorium komputer, kantin, gedung serbaguna, tempat ibadah, hingga sarana olahraga berupa lapangan basket dan mini soccer.

"Fasilitasnya lengkap, jadi memang sangat bagus dalam menunjang proses pembelajaran nantinya," ujarnya.

Kepala Sekolah Rakyat Banyumas, Siti Isbandiyah, mengatakan pada tahun ajaran perdana sekolah tersebut ditargetkan menerima sebanyak 270 peserta didik baru yang terdiri atas jenjang SD, SMP, dan SMA, masing-masing 90 siswa.

Menurutnya, minat pendaftar untuk jenjang SMP dan SMA cukup tinggi. Hingga saat ini, terdapat sekitar 400 calon peserta didik untuk SMP dan 360 pendaftar jenjang SMA yang telah melalui proses seleksi hingga memenuhi kuota masing-masing sebanyak 90 siswa.

Sementara itu, kuota jenjang SD belum terpenuhi. Dari target 90 siswa, baru sekitar 25 anak yang telah mendaftar.

"Kita juga menyadari tidak bisa memaksakan. Kebanyakan karena orang tua masih belum tega atau anaknya belum mau pisah dengan orang tuanya," kata Siti.

Apabila hingga batas akhir pendaftaran kuota SD masih belum terpenuhi, sisa kuota tersebut akan diusulkan dialihkan ke jenjang SMP dan SMA setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Sosial.

Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie menjelaskan Sekolah Rakyat merupakan program yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

"Dari Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial sudah melakukan proses seleksi, mulai dari kondisi ekonomi keluarga, jumlah tanggungan, hingga berbagai indikator lainnya untuk menentukan calon peserta didik," jelas Agus.

Meski proses penyelesaian bangunan masih berlangsung, kegiatan belajar mengajar dipastikan tetap dimulai sesuai jadwal menggunakan fasilitas yang telah siap digunakan. Menurut Agus, seluruh tenaga pendidik, kepala sekolah, serta perlengkapan dasar seperti ruang asrama dan tempat tidur sudah tersedia.

"Kalau guru, kepala sekolah sudah siap, sudah ready, tempat tidur juga sudah ready," pungkasnya.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut