Kejurnas Drift di Purwokerto Disetop, Panitia Tanggung Seluruh Biaya Korban Tribun Ambruk
PURWOKERTO, iNewsPurwokerto.id – Panitia Speed Fest #2 Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drift Seri III Tahun 2026 resmi menghentikan seluruh rangkaian perlombaan di GOR Satria Purwokerto setelah insiden ambruknya tribun VIP yang mengakibatkan puluhan penonton mengalami luka-luka.
Ketua Panitia Speed Fest #2, Yoshua Ernest Yonathan, mengatakan peristiwa tersebut merupakan musibah yang tidak pernah diperkirakan terjadi dalam penyelenggaraan ajang balap nasional itu. Ia menegaskan panitia bertanggung jawab penuh terhadap penanganan para korban.
"Peristiwa ini merupakan sesuatu yang tidak pernah kami harapkan. Kami bertanggung jawab penuh untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang tepat," kata Yoshua pada Senin (27/7/2026) malam.
Menurut Yoshua, sejak kejadian berlangsung panitia langsung berkoordinasi dengan rumah sakit, aparat berwenang, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan seluruh korban memperoleh layanan medis serta pendampingan yang diperlukan.
"Kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dalam proses penanganan medis dan pendampingan para korban beserta keluarga," ujarnya.
Sementara itu, perwakilan panitia, Rengga Mahendra, menjelaskan penghentian kejuaraan dilakukan berdasarkan ketentuan force majeure sebagaimana diatur dalam regulasi Kejurnas Drift.
"Kelanjutan pertandingan kami setop. Sudah pasti kami hentikan karena force majeure dan itu ada di buku peraturan," kata Rengga.
Ia memastikan seri Kejurnas Drift tidak akan dipindahkan ke lokasi lain. Penentuan hasil kejuaraan akan mengacu pada hasil babak kualifikasi yang telah berlangsung sebelum insiden terjadi.
"Pertandingan tidak dipindahkan ke venue lain. Penilaian kami ambil dari hasil kualifikasi," ujarnya.
Selain menghentikan kompetisi, panitia menyatakan fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Seluruh biaya perawatan di rumah sakit, mulai dari tindakan medis awal, rawat inap, operasi hingga obat-obatan, dipastikan menjadi tanggung jawab penyelenggara.
"Semua kebutuhan korban di rumah sakit menjadi tanggung jawab panitia. Operasi, obat-obatan, rawat inap, penanganan pertama, semuanya kami tanggung dan tidak ada yang dibebankan kepada korban," tegas Rengga.
Ia menambahkan panitia telah berkoordinasi dengan seluruh rumah sakit yang menangani korban untuk memastikan proses pembayaran berjalan lancar.
Editor: EldeJoyosemito