get app
inews
Aa Text
Read Next : Kisah Perjuangan Mia, Ibu Hamil yang Rela Motoran 13 Jam Demi Mudik dari Tangerang ke Cilacap

Kapal Nelayan Terbalik di Teluk Penyu, Dua ABK Tewas Tenggelam

Selasa, 28 Juli 2026 | 09:23 WIB
header img
Kecelakaan laut menimpa kapal nelayan Pendi Jaya di Perairan Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap, Senin (27/7/2026). (Foto: Basarnas Cilacap)

CILACAP, iNewsPurwokerto.id Kecelakaan laut menimpa kapal nelayan Pendi Jaya di Perairan Teluk Penyu, Kabupaten Cilacap, Senin (27/7/2026). Kapal yang tengah dalam perjalanan pulang usai melaut itu terbalik setelah diterjang gelombang, mengakibatkan dua anak buah kapal (ABK) meninggal dunia dan tujuh lainnya berhasil diselamatkan.

Basarnas Cilacap bersama Tim SAR Gabungan mengevakuasi seluruh korban setelah menerima laporan adanya kapal yang mengalami kecelakaan di perairan selatan Cilacap.

Koordinator Operasi SAR Basarnas Cilacap, Fajar Adi Nugroho, mengatakan kapal berangkat melaut sekitar pukul 04.00 WIB untuk mencari ikan di kawasan perairan PLTU Karangkandri. Sekitar pukul 12.30 WIB, saat dalam perjalanan kembali menuju Dermaga 3 Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC), kapal dihantam gelombang dari arah samping hingga terbalik.

"Pada pukul 15.30 WIB, kapal nelayan Putra Gesti menemukan para korban yang sedang meminta pertolongan di Perairan Teluk Penyu dan langsung memberikan bantuan. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Basarnas Cilacap untuk dilakukan proses evakuasi," ujar Fajar.

Laporan diterima Basarnas sekitar pukul 15.40 WIB. Tak berselang lama, satu tim penyelamat diberangkatkan menuju lokasi untuk bergabung dengan unsur SAR gabungan, nelayan, dan warga yang telah lebih dulu melakukan upaya penyelamatan.

Dari total sembilan ABK yang berada di atas kapal, tujuh orang berhasil diselamatkan, sedangkan dua lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Empat korban selamat dilarikan ke RSUD Cilacap guna mendapatkan perawatan medis, sementara tiga korban lainnya diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan stabil. Adapun dua korban meninggal dunia juga dievakuasi ke rumah sakit yang sama untuk penanganan lebih lanjut.

Dengan seluruh korban berhasil ditemukan, operasi pencarian dan penyelamatan resmi diusulkan untuk ditutup.

Fajar mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi tersebut, mulai dari Lanal Cilacap, Polairud, Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), SAR Arnavat, para nelayan hingga masyarakat.

"Terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja sama dalam proses penyelamatan dan evakuasi korban. Kolaborasi semua pihak membuat operasi berjalan dengan cepat dan lancar," katanya.

Basarnas Cilacap juga menyampaikan duka cita kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Selain itu, para nelayan diimbau agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut, termasuk memperhatikan kondisi cuaca serta memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar.

"Kami mengimbau seluruh nelayan agar tidak mengabaikan aspek keselamatan. Selalu perhatikan prakiraan cuaca dan pastikan perlengkapan keselamatan tersedia sebelum melaut agar risiko kecelakaan dapat diminimalkan," ujar Fajar.

Editor : EldeJoyosemito

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut