Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Diduga akibat Kelalaian Bakar Sampah, Lahan 1,3 Hektare di Karanganyar Kebumen Terbakar
Advertisement . Scroll to see content

Promosikan Kebumen, Travel Mart dan Festival Budaya Resmi Digelar

Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:00 WIB
  • author Elde Joyosemito
Promosikan Kebumen, Travel Mart dan Festival Budaya Resmi Digelar
Menteri Koperasi Ferry Juliantono membuka Kebumen Travel Mart (KTM) dan Gombong Culture Festival (GCF) 2026 di Benteng Van der Wijck, Gombong. (Foto: Istimewa)

KEBUMEN, iNewsPurwokerto.id — Menteri Koperasi Ferry Juliantono membuka Kebumen Travel Mart (KTM) dan Gombong Culture Festival (GCF) 2026 di Benteng Van der Wijck, Gombong, Kebumen, Kamis (27/8/2026).

Dua agenda promosi pariwisata dan kebudayaan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Agustus 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Connecting Business, Celebrating Culture, Promoting Tourism” sebagai upaya memperluas jejaring bisnis sekaligus memperkuat promosi pariwisata Kebumen.

Kebumen Travel Mart dan Gombong Culture Festival diinisiasi Konsorsium Travel Agent dengan dukungan Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas serta Pemerintah Kabupaten Kebumen.

Sebanyak 16 operator perjalanan dari luar negeri turut ambil bagian dalam agenda tersebut. Mereka berasal dari sejumlah negara, antara lain Malaysia dan Brunei Darussalam.

Kehadiran pelaku industri perjalanan internasional tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama sekaligus memperluas pasar wisata Kebumen hingga mancanegara.

Ketua Panitia Kebumen Travel Mart yang juga mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi, mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai ajang yang menggabungkan promosi wisata, kebudayaan dan produk ekonomi lokal.

Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian KTM dan GCF 2026, mulai dari paket wisata, pameran produk unggulan UMKM, diskusi bisnis, kirab budaya, pertunjukan Eblek Langen Sekar, pertunjukan sulap, wayang kulit semalam suntuk, pentas musik, tari tradisional hingga atraksi barongsai.

“Kami ingin ikut berpartisipasi memajukan Kebumen. Potensi UMKM bisa menjadi penggerak ekonomi. Kami memulai dari pariwisata karena tren pariwisata sedang naik dan ada kerja sama antara Pemkab Kebumen dengan IWAKK,” kata Wahid.

Ia mendorong pengembangan paket wisata terintegrasi yang menghubungkan Kebumen dengan daerah tujuan wisata lain, seperti Yogyakarta, sehingga wisatawan dapat tinggal lebih lama dan menjelajahi lebih banyak destinasi.

Wahid berharap kegiatan tersebut dapat masuk ke dalam kalender resmi Pemerintah Kabupaten Kebumen pada tahun mendatang. Komunitas perantau juga ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai agenda bersama saat momentum pulang kampung.

Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengapresiasi keterlibatan IWAKK Walet Emas dan seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya KTM dan GCF 2026.

Menurutnya, kontribusi para perantau membuktikan bahwa kedekatan dengan daerah asal tetap terjaga meski telah lama tinggal di berbagai daerah.

“Kebumen Travel Mart mempertemukan potensi wisata daerah dengan pelaku industri perjalanan untuk memperluas akses pasar. Sementara Gombong Culture Festival menegaskan bahwa pengembangan pariwisata harus berjalan selaras dengan pelestarian budaya lokal,” kata Lilis.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pemerintah mendukung pengembangan ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi, UMKM, ekonomi kreatif dan pariwisata.

Menurut dia, Gombong memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat atau penghubung bagi berbagai produk kerajinan UMKM, kebudayaan, ekonomi kreatif dan pariwisata yang dikelola secara lebih modern.

“Tempat ini bisa menjadi pusat anak muda untuk berkumpul, berkreasi dan menjajakan produk UMKM lokal, sehingga menjadi salah satu alternatif tujuan wisata domestik maupun mancanegara,” ujar Ferry.

Ia juga menyatakan komitmennya untuk mendorong pengembangan kawasan Benteng Van der Wijck sebagai salah satu destinasi wisata berbasis sejarah dan kebudayaan.

Ferry mengaku memiliki ikatan emosional dengan Kebumen karena keluarganya memiliki hubungan dengan daerah tersebut. Ia berencana mengajak Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk meninjau langsung kawasan bersejarah itu.

Pembukaan KTM dan GCF 2026 ditandai secara simbolis dengan penekanan layar LCD oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Bupati Kebumen Lilis Nuryani, Pangdam IV/Diponegoro Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, serta Ketua Umum IWAKK Walet Emas Mayjen TNI Purnawirawan Ibnu Darmawan.

Acara tersebut turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kebumen, Ketua TP-PKK Kabupaten Kebumen Nurjannah Zaeni Miftah, jajaran TNI, Sekretaris Daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah, Kepala Badan Pengelola Geopark Kebumen, serta pelaku usaha dan investor dari Malaysia dan Brunei Darussalam.

Melalui sinergi pemerintah daerah, komunitas perantau, pelaku industri pariwisata, koperasi dan UMKM, Kebumen berharap dapat memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata yang memiliki daya saing hingga tingkat internasional.

Pengembangan sektor pariwisata dan budaya tersebut juga diharapkan memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat lokal.

Editor: EldeJoyosemito

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut